Tanya Dokter

  • Mengatasi hipertensi dan kardiomegali

  • dokter mau tanya hasil MCU saya november tahun 2017 dinyatakan kardiomegali, pada tahun 2003  hasil MCU saya juga kardiomegali.Menurut dokter penyebabnya adalah anemia,saat itu Hb 9 ( umur saya 39 tahun) dan sekarang sudah 51 tahun tapi Hb 13 dan saat ini sudah menopouse. Perlu dokter ketahui dulu saya memakai IUD dan setiap kali haid sangat banyak , bisa 3-4 kali ganti sehari dengan 2 pembalut selama 5 hari dan sampe bersih biasanya 8-10 hari.  kondisi kesehatan yang lain adalah saya hipertensi saat usia 43 ( 150/90) kemudian diobati dan amlodipin 5 mg setiap hari sebagai maintenence ( sekarang tensi saya 12/80 atau 130/90).Apa yang harus saya lakukan ? terimakasih

    Hallo Henny Hermayani

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Istilah cardiomegali dalam dunia medis merujuk pada kondisi dimana terjadi pembesaran jantung. Yang perlu anda ketahui mengenai cardiomegali ini adalah kondisi ini bukan sebuah penyakit, namun menunjukkan bahwa ukuran jantung yang membesar melebihi ukuran normal. Cardiomegali ini merupakan penanda dari adanya penyakit lain yang terjadi pada jantung. Pembesaran jantung ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti penyakit pada otot jantung atau katup jantung (infeksi otot jantung, kerusakan katup jantung), tekanan darah tinggi (hipertensi), aritmia (gangguan denyut jantung), atau hipertensi pulmonal (peningkatan tekanan pembuluh darah dalam paru-paru), penyakit jantung koroner, gangguan tiroid, anemia, penyakit ginjal, penyakit amiloidosis atau penyakit gangguan sirkulasi protein dalam darah, hemokromatosis atau kelebihan zat besi dan masih banyak juga penyebab lainnya. Selama pembesaran jantung ini masih dapat dikompensasi oleh tubuh dan tidak terjadi gangguan pada fungsi jantung, maka biasanya tidak ada gejala yang berarti yang akan muncul. Tetapi jika pembesaran sudah cukup lanjut dan terjadi gangguan fungsi kerja otot jantung dalam pemompaan jantung, maka akan terjadi kondisi gagal jantung. Gangguan fungsi pemompaan jantung ini dapat menyebabkan kurangnya asupan oksigen pada seluruh tubuh dan juga dapat mengganggu aliran darah dalam tubuh. Akibat kurangnya oksigenasi pada jaringan tubuh yang dapat terjadi adalah sesak atau kuku tampak biru dan jari tangan tampak seperti tabuh (clubbing finger). Jari tabuh akan tampak seperti jari yang memendek dan ujung jari tampak bengkak, dikarenakan adanya penambahan jaringan ikat di bawah dasar kuku akibat kekurangan oksigen ini. Akibat dari aliran darah yang terganggu ini maka akan terjadi stagnansi (tertahannya) cairan pada tubuh, salah satunya mengakibatkan pembengkakan tangan dan kaki (pergelangan kaki). Selain gejala ini, pada penderita gagal jantung juga dapat ditemukan pasien yang mudah lelah, kesulitan beraktivitas, mudah sesak, sulit tidur terlentang karena sesak. Jika telah terjadi gagal jantung, biasanya upaya yang dilakukan lebih untuk mencegah terjadinya kerusakan jantung yang lebih berat dan untuk memperbaiki gejala yang dialami oleh penderita.

    Gagal jantung ini merupakan kondisi seumur hidup, sehingga penderita biasanya harus menjalani pengobatan seumur hidup untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari jantung (henti jantung) dan mengurangi komplikasi yang munngkin muncul. Pengobatan yang dilakukan adalah secara menyeluruh dan juga dilakukan perubahan pola hidup (menghindari makanan berlemak, pengaturan gizi dan juga melakukan olahraga ringan setiap harinya). Pengobatan seperti antihipertensi (misalnya seperti yang anda konsumsi seperti amlodipine), obat diuretik untuk mengurangi pembengkakan pada tubuh penderita (obat ini juga berfungsi untuk menurunkan tekanan darah), obat-obat yang mempengaruhi kerja otot jantung (obat yang berhubungan dengan fungsi jantung) biasanya juga diberikan pada penderita gagal jantung. Jika ada kondisi penyakit penyerta lain seperti kencing manis, peningkatan kolesterol dan lainnya, maka kondisi ini juga harus tangani untuk meperbaiki kualitas hidup penderita cardiomegali. Pasien dengan gagal jantung tidak boleh melakukan aktivitas berat yang berlebihan karena dapat memicu munculnya sesak, selain itu penderita juga harus membatasi jumlah air yang diminum setiap hari untuk mencegah bengkak pada kaki serta tangan, dan biasanya bila penderita mengalami obesitas perlu dilakukan pengaturan berat badan untuk memperingan kerja jantung.

    Untuk mengetahui seberapa jauh kondisi pembesaran jantung anda dan seberapa besar gangguan fungsi jantung yang terjadi, maka memang harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter jantung secara lansung dan dilakukan pemeriksaan penunjang untuk menilai fungsi jantung anda. Kemudian penanganan kondisi anda selanjutnya akan sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut. Untuk obat hipertensi yang anda konsumsi, tekanan darah anda kemungkina stabil  karena anda mengkonsumsi obat tersebut. Saran saya jika menghentikan konsumsi obat anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jantung yang merawat anda sebelumnya.

    Semoga jawaban ini dapat membantu anda

     

    dr. Aldy Valentino