Tanya Dokter

  • Pengaruh kepas KB suntik terhadap menstruasi

  •  Umilatifah
    Anggota
    Selamt siang dok .. saya ikut kb yang 3 bulan sekali sudah berhenti 1 bulan yang lalu kata bidanya kalau udah berhenti gk suntik lagi 3 bulan gk mens tapi kok saya tetep mens ya dok palah gk berhenti udah 3 minggu masik keluar tapi warnya gk merah tapi coklat .. itu berbaha apa gk dok apa itu efek kb . Tolong penjelasbya dok .. terimakasih

    Hai Umilatifah,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    KB suntik 3 bulan memiliki kandungan zat aktif derivat hormon progesteron, yakni hormon yang berperan dalam meningkatkan proliferasi dinding rahim. KB ini mencegah kehamilan melalui beberapa cara, yakni:

    • Menghambat ovulasi (pemecahan sel telur yang telah matang)
    • Mengentalkan lendir serviks
    • Menghambat implantasi (tertanamnya hasil pembuahan di dinding rahim)

    Salah satu efek samping dari KB ini adalah menstruasi yang menjadi lebih jarang. Kebanyakan wanita bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali. Efek ini terjadi berkaitan dengan proliferasi dinding rahim yang terus-menerus dan tidak mengalami peluruhan.

    Seusai berhenti menggunakan KB suntik 3 bulan, bisa saja terjadi perdarahan yang berlebihan, bergumpal-gumpal, dan cenderung kehitaman atau kecokelatan. Darah ini berasal dari dinding rahim yang sebelumnya tidak luruh saat menggunakan KB suntik. 

    Selain karena efek berhenti menggunakan KB suntik, perdarahan berkepanjangan yang Anda alami mungkin juga terjadi karena stres, kelelahan, efek samping obat, atau penyakit lain, misalnya endometriosis, radang panggul, kanker serviks, dan sebagainya.

    Cobalah untuk memeriksakan keluhan Anda ke dokter spesialis kandungan guna dilakukan pemeriksaan USG.

    Sementara itu, bantu redakan perdarahan tersebut dengan pola hidup sehat, yakni dengan:

    • Perbanyak istirahat
    • Hindari stres
    • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin K dan zat besi
    • Jaga berat badan ideal
    • Rutin berolahraga

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah