Tanya Dokter

  • Haid hampir 1 bulan setelah penggunaan KB suntik

  •  Wulan
    Anggota
    Selamat pagi dok, saya sudah 1minggu lebih baru memakai Kb suntik 1 bulan. Tp beberapa hari kemudian saya haid, dan haidnya itu di hari pertama cuma sedikit, di hari kedua sudah bersih, di hari ketiga mulai haid banyak dok. Apa itu efek sampingnya? Trs saya pernah haid selama 1bulan dok sesudah pakaian kb suntik itu. Terima kasih

    Hai Wulan,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    KB suntik 1 bulan mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron sintetik. Hormon ini sesungguhnya diproduksi juga secara normal di dalam tubuh. Karenanya, penyuntikan KB ini dimaksudkan untuk memodifikasi keseimbangan hormon-hormon tersebut di dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk mencegah agar tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma yang bisa berujung pada kehamilan.

    Namun, selain mencegah kehamilan, karena efek kerjanya itu, KB suntik kerap membuat penggunanya mengalami menstruasi yang tidak beraturan, bisa jaraknya semakin jauh, semakin dekat, volumenya semakin sedikit, semakin banyak, dan sebagainya. Hal ini umumnya akan membaik dengan sendirinya setelah 3 kali penyuntikan.

    Di samping karena efek samping KB suntik 1 bulan, menstruasi Anda yang tidak beraturan tersebut bisa juga dipengaruhi oleh stres, kelelahan, efek samping obat (misalnya anti nyeri, anti radang), iritasi organ intim saat berhubungan seksual, atau penyakit lainnya, seperti endometriosis, radang panggul, kanker serviks, dan kelainan kelenjar tiroid, sebagainya.

    Sebaiknya, Anda amati dulu apakah keluhan membaik dalam 3 bulan awal penggunaan KB suntik atau tidak. Sembari itu, Anda sebaiknya tetap melakukan pola hidup sehat, yakni dengan istirahat teratur, rajin berolahraga 3-4 kali seminggu, menghindari stres, dan makan makanan bergizi serta banyak mengandung antioksidan. 

    Apabila keluhan tidak juga membaik setelah lebih dari 3 bulan, kami sarankan Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis kandungan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium atau USG ya.. Jika perlu, dokter mungkin akan menyarankan Anda beralih ke metode kontrasepsi lainnya.

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah