Tanya Dokter

  • benarkah cairan pra-ejakulasi dapat menyebabkan kehamilan?

  •  Asih
    Anggota

    Dok kmrin sya mndengar berita tentang cairan pra ejakulasi dapat menyebabkan hmil. Lalu, apakah cairan pra ejakulasi mengandung sperma jika pria trakhir mengalami ejakulasi 2 hari sebelumnya? Dan sudah buang air kecil? Apa berbahaya bagi wanita?

    Hai Asih, Terima kasih atas pertanyaannya. Ejakulasi merupakan <span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">keluarnya air mani beserta sperma dari organ reproduksi pria, yang umumnya dibarengi dengan orgasme. Apabila terdapat cairan sebelum ejakulasi, maka umumnya hal ini merupakan cairan pelumas dan tidak mengandung sperma sehingga tidak dapat menimbulkan efek pembuahan. Apakah maksud berbahaya pada pertanyaan Kamu adalah efek pembuahan atau dapat menimbulkan kehamilan pada wanita? Jika benar itu yang dimaksud, maka peristiwa ejakulasi 2 hari sebelumnya dan kemudian sudah buang air kecil, lalu saat ini melakukan hubungan seksual kembali dan belum ejakulasi, dan belum ada cairan mani yang keluar, maka kemungkinan terjadinya pembuahan tentunya tidak ada, Berbeda apabila pria tersebut telah mengeluarkan air mani/ejakulasi.</span> <span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">Air mani yang dikeluarkan saat pria ejakulasi, berupa cairan berwarna putih ataupun abu-abu dengan jumlah normal sekitar 2 mililiter. Selain sperma, air mani mengandung sekresi berupa lendir dari kelenjar organ reproduksi pria. </span><span style="color: #000000; font-family: museosans300, sans-serif;">Tiap 1 milliliter air mani yang dikeluarkan seorang pria mengandung sekitar 15 juta sperma, dan hanya dibutuhkan 1 sperma untuk membuahi sel telur yang matang.</span> Artikel berikut dapat menambah wawasan kamu: Proses Pembuahan Demikian semoga bermanfaat, dr.Annes

    Asih  Asih
    Anggota

    Tapi jika pada pagi hari mnglami ejakulasi kemudian sudah buang air kecil. Lalu sore hari berhubungan, apakah cairan itu msh mngandung sperma dok?

    Asih  Dory GK
    Anggota
    Maaf dok lanjut bertanya, apakah setiap pemeriksaan tes kesehatan kelamin memang kebanyakan dokter wanita ? Dan jika di RS tsb hanya ada dokter wanita untuk cek kesahatan kelamin soeorang pria dan terjadi ereksi apakah berpengaruh pada tes yg sedang berlangsung ?