Tanya Dokter

  • Penyebab keguguran yang saya alami

  • Dok saya mau bertanya , saya pernah hamil 6 bulan . Tiba tiba air ketuban saya keluar sendiri , sebenarnya itu terjadi karna apa ya dok ??

    Dian Indriyani  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat siang, Ketuban adalah cairan yang melindungi janin dalam rongga atau selubung amnion. Fungsi dari ketuban tersebut adalah sebagai bantalan untuk melindungi janin dari benturan. Ketuban seharusnya keluar dari dinding pembungkus pada saat sesaat sebelum melahirkan. Merembesnya air ketuban sebelum waktu nya melahirkan atau sebelum masa kehamilan 37 minggu disebut sebagai Ketuban Pecah Dini (KPD). Penyebab dari KPD dapat bermacam-macam, diantaranya adalah :

    • infeksi saluran reproduksi ibu
    • infeksi cairan ketuban
    • inkompetensia serviks (leker rahim tidak dapat menutup sempurna)
    • trauma atau benturan pada daerah perut
    • distensi atau peregangan berlebihan daerah perut seperti pada polihidroamnion (cairan ketuban banyak) atau pada kehamilan kembar
    • ibu merokok atau minum alkohol
    • seseorang dengan keadaan sosioekonomi rendah sehingga jarang melakukan pemeriksaan kehamilan
    • riwayat kelahiran prematur sebelumnya
    • penyebab lain yang tidak diketahui
    Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai pengalaman Anda, maka Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesiali kandungan yang menangani Anda. Untuk selanjutnya yang perlu diwaspadai jika Anda hamil lagi adalah :
    • rajin memeriksakan kondisi kehamilan
    • memeriksakan apakah Anda memiliki infeksi pada saluran reproduksi atau infeksi menular seksual
    • menghindari kebiasaan meroko atau minum alkhol atau menghindari terjadinya benturan pada perut.
    • beritahukan mengenai riwayat terebut kepada dokter yan gmerawat Anda.
    Sekian informasi yang dapat saya berikan,, semoga bermanfaat.

    Dian Indriyani  Dian Indriyani
    Anggota

    Bisa Karna faktor burung juga ga dok ?? Soalnya dirumah mertua saya memelihara burung . Dokter juga nyuruh saya buat tes darah . Takutnya ada virus