Tanya Dokter

  • Resiko bila tidak membersihkan rahim setelah keguguran

  •  Sonerhy
    Anggota
    Dok saya mau tanya, misalkan kehamilannya baru berjalan 1 atau 2 mingguan terus keguguran itu rahimnya harus dibersihin apa engga ya? Kalau ga di bersihin gimana?
    Sonerhy  dr. Prasetyo
    Dokter

    Halo ibu Sonerhy, terimakasih sudah bertanya di Alodokter.com

    Keguguran adalah keluarnya embrio secara spontan dari dalam kandungan sebelum usia 20 minggu kehamilan. Penyebab dari keguguran belum diketahui secara pasti. Namun, para pakar memperkirakan sebagian besar kasus keguguran yang disebabkan oleh adanya keabnormalan pada kromosom bayi. Terutama pada trimester pertama. 

    Bila terjadi keguguran pada usia kehamilan 1-2 minggu maka tetap perlu untuk melakukan pemeriksaan kepada dokter, perlu tidaknya rahim "dibersihkan" tergantung pada hasil pemeriksaan -- karena pada beberapa kondisi seluruh jaringan janin sudah keluar secara utuh / sempurna / kompli, tetapi pada sebagian kondisi masih terdapat sisa jaringan pada rahim (kondisi ini yang memerlukan penanganan dengan tindakan kuretase ataupun menggunakan obat-obatan). Selain mengetahui ada tidaknya sisa jaringan didalam rahim, Anda penting untuk menemui dokter agar dilakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab dari abortus / keguguran yang Anda alami saat ini, sehingga kejadian serupa tidak terjadi pada kehamilan selanjutnya. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan, diantaranya :

    • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang, terutama meningkatkan konsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi.
    • Tidak merokok, mengonsumsi minuman keras, dan menggunakan obat-obatan terlarang selama masa kehamilan.
    • Mencegah infeksi-infeksi tertentu selama masa kehamilan, misalnya dengan menerima vaksin sesuai anjuran dokter.
    • Menjaga berat badan yang sehat sebelum dan saat hamil.
    • Menangani penyebab keguguran yang bisa dideteksi, seperti otot serviks yang lemah. Kelainan ini dapat diatasi melalui operasi pengencangan otot serviks, sehingga dapat menurunkan risiko keguguran.

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, dr Prasetyo