Tanya Dokter

  • Apakah sering terhentak merupakan gejala kejang ringan?

  •  Ami Arifin
    Anggota

    Siang Dokter, anak saya usia 2 th panas 38-39 suhunya.saat tidur dia sering terhentak seperti kaget.anak sy pnya riwayat kejang saat usianya kurng dr 1 th.apa terhentak itu mrupakan kejang ringan dok?sblumnya terima ksih dok.

    Hai, Kejang yang terjadi pada saat anak demam dikenal sebagai Kejang Demam. Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Penyebab kejang demam:

    • Infeksi, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun parasit. Pada saat terjadi infeksi, tubuh bereaksi dengan meningkatkan suhu tubuh untuk melawan kuman penyebab infeksi. Pada kondisi inilah terjadi demam, yang dapat disertai memicu kejang pada anak-anak
    • Imunisasi, beberapa jenis imunisasi (seperti imunisasi DPT, MMR) memiliki efek samping demam.
    • dll
    Pada saat terjadi kejang, umumnya tubuh anak menjadi kaku, kehilangan kesadaran, tangan dan kaki bergerak seperti tersentak-sentak. Apa yang dialami oleh anak Anda memerlukan evaluasi lanjutan apakah termasuk dalam kejang atau merupakan gerakan terhentak (seperti kaget) yang secara normal umum ditemukan pada anak. Hal ini memerlukan pemantauan lanjutan dan pemeriksaan oleh Dokter. Kejang demam dapat dikategorikan menjadi 2:
    1. Kejang demam sederhana, berlangsung selama beberapa detik hingga 15 menit. Kejang terjadi di seluruh tubuh dan tidak berulang dalam 24 jam.
    2. Kejang demam kompleks, berlangsung lebih dari 15 menit dan terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam. Kejang hanya terjadi pada bagian tubuh tertentu (misalnya hanya di tangan)
    Kondisi yang harus diwaspadai pada kejang demam:
    • Kejang berlangsung lebih dari 10 menit
    • Disertai dengan muntah
    • Anak mengalami gangguan nafas
    • Terdapat leher kaku
    • Setelah kejang berhenti, anak tetap belum sadar
    Disarankan agar Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter untuk mengetahui penyebab dari demam yang dialami oleh anak Anda dan cara penanganan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan jika diperlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium dan lainnya. Beberapa anjuran yang dapat Anda lakukan:
    • Saat terjadi kejang demam, lakukan langkah berikut:
      • Tempatkan anak pada posisi menyamping di tempat yang aman di mana anak tidak akan terjatuh
      • Singkirkan benda-benda tajam/keras di sekitar anak yang mungkin dapat melukai
      • Longgarkan pakaian/ikatan yang kencang di tubuh anak
      • Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak
      • Jangan mengikat anak/menghambat gerakan kejang
      • Catat waktu berapa lama anak mengalami kejang
      • Jangan tinggalkan anak sendirian
      • Segera hubungi Dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat
    • Bila anak Anda pernah mengalami kejang demam, sediakan selalu obat penurun panas di rumah. Anda dapat menggunakan obat penurun panas yang dijual bebas di pasaran (seperti Paracetamol atau Ibuprofen) sebagai pertolongan pertama saat anak demam. Namun perlu diperhatikan agar dosis yang diberikan sesuai dengan usia dan berat badan anak (perhatikan petunjuk pemakaian obat)
    • Bila anak mengalami demam, lakukan kompres dengan air hangat untuk membantu menurunkan demam. Kompres air hangat akan membuat pembuluh darah melebar sehingga lebih mudah melepaskan panas ke luar tubuh. Letakkan kompres di dahi dan daerah lipatan, seperti lipat ketiak dan lipat paha.
    • Cukupi konsumsi air putih untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mencegah dehidrasi.
    • Setiap kali anak demam segera konsultasikan pada Dokter untuk mengatasi penyebab demam.
    Berikut laman yang memuat artikel terkait: Demikian semoga bermanfaat Salam, dr. Muliani

    Ami Arifin  Ami Arifin
    Anggota

    Terima kasih atas jawabannya..sangat membantu sekali...