Tanya Dokter

  • Pengobatan untuk menangani kejang akibat efek samping imunisasi

  • Alo dok.. anak saia skrng usia 2 thn msh mengalami kejang.. penyebabnya dulu swaktu usia 6 bulan jumat pagi anak saia di imunisasi di puskesmas sore skiter jam 4 sore kejang hingga skrng blom juga sembuh dok... apa obotnya dok ??? Hinga kini msh di tangani dr mulyadi spa

    Rotana Bamboom  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Ibu Rotana, Yang perlu saya tanyakan, apakah pada saat anak ibu kejang disertai demam? Jika ya, maka kondisi itu disebut sebagai kejang demam / febrile seizure. Jika tidak, maka perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut karena mungkin j=kejang disebabkan kelainan lain seperti epilepsi/ayan. Dari paparan ibu, saya mengasumsikan bahwa yang dialami adalah suatu kejang demam. Pada kasus seperti ini, imunisasinya sendiri bukanlah penyebab kejang, melainkan demamnya (yang mungkin dicetuskan oleh imunisasi). Hal ini (kejang demam) terutama terjadi pada anak karena belum sempurnanya perkembangan sistem saraf mereka. Umumnya kejang demam dapat beulang kembali hingga anak berusia 5 tahun, setelah usia itu kejang demam tidak lazim terjadi. Sebaiknya saat mengunjungi dokter anak ibu, ibu menanyakan apa penyebab kejangnya. Pada kejang demam yang koompleks umumnya perlu pengobatan dengan pemberian anti kejang  yang dilanjutkan hingga 1 tahun bebas kejang kemudian dihentikan bertahap selama 1-2 bulan. Pada epilepsi, pengobatan dapat lebih lama tergantung jenis epilepsinya, akan tetapi umumnya hingga 2-3 tahun. beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. Selalu sedia termometer dan obat penurun panas seperti parasetamol 2. Jika anak demam, segera turunkan panasnya dengan penurun panas atau kompres dengan air suam-suam kuku 3. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah perlu menyediakan obat anti kejang per rektal (lewat dubur) yang dapat diberikan sewaktu-waktu jika anak demam 4. Ikuti petunuuk dari dokter, tertuama mengenai penggunaan obat anti kejang Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

    Rotana Bamboom  dr. Rico N
    Dokter

    dr. Rico Novyanto June 11, 2015 at 10:44 pm Hai Ibu Rotana, Yang perlu saya tanyakan, apakah pada saat anak ibu kejang disertai demam? Jika ya, maka kondisi itu disebut sebagai kejang demam / febrile seizure. Jika tidak, maka perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut karena mungkin j=kejang disebabkan kelainan lain seperti epilepsi/ayan. Dari paparan ibu, saya mengasumsikan bahwa yang dialami adalah suatu kejang demam. Pada kasus seperti ini, imunisasinya sendiri bukanlah penyebab kejang, melainkan demamnya (yang mungkin dicetuskan oleh imunisasi). Hal ini (kejang demam) terutama terjadi pada anak karena belum sempurnanya perkembangan sistem saraf mereka. Umumnya kejang demam dapat beulang kembali hingga anak berusia 5 tahun, setelah usia itu kejang demam tidak lazim terjadi. Sebaiknya saat mengunjungi dokter anak ibu, ibu menanyakan apa penyebab kejangnya. Pada kejang demam yang koompleks umumnya perlu pengobatan dengan pemberian anti kejang yang dilanjutkan hingga 1 tahun bebas kejang kemudian dihentikan bertahap selama 1-2 bulan. Pada epilepsi, pengobatan dapat lebih lama tergantung jenis epilepsinya, akan tetapi umumnya hingga 2-3 tahun. beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. Selalu sedia termometer dan obat penurun panas seperti parasetamol 2. Jika anak demam, segera turunkan panasnya dengan penurun panas atau kompres dengan air suam-suam kuku 3. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai apakah perlu menyediakan obat anti kejang per rektal (lewat dubur) yang dapat diberikan sewaktu-waktu jika anak demam 4. Ikuti petunuuk dari dokter, tertuama mengenai penggunaan obat anti kejang Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.
    ralat : poin 3 : ....... yang dapat diberikan sewaktu-waktu jika anak kejang.