Tanya Dokter

  • Gejala penyakit ditandai dengan kejang tanpa demam

  • dok saya mau tnya.. anak saya umur 11blan,tiap tdur dia kejang tpi bdannya gak pnas kdang badannya smpe kaku,matanya k.atas tpi kdang cma mlihat k.atas gak smpe kaku bdan nya durasi kejang nya 1menit an.. kira kira itu knapa ya dok..? oya dan anak saya blum ngerespon klau d.ajak main blum mau ketawa" sperti anak yg lainnya apa karna kejang nya ya perkembangannya jdi lambat..?

    Hai Ericha, Kejang merupakan tanda bahwa terjadi gangguan dari sinyal-sinyal listrik di otak yang mengakibatkan gerakan abnormal otot-otot tubuh secara tidak terkendali. Kejang pada bayi tidak sama seperti kejang dewasa, tidak selalu disertai gerakan abnormal otot-otot tubuh, terkadang hanya berupa lirikan mata ke atas. Kejang pada bayi termasuk kegawatan yang harus segera ditangani agar tidak terus berlangsung sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan otak. Setelah memutus kejang, langkah selanjutnya adalah menentukan penyebab kejangnya. Berikut adalah beberapa penyebab kejang pada bayi :

    • kejang tanpa disertai hilang kesadaran : biasa karena tetanus, keracunan (misalnya botulinum), gangguan ion tubuh
    • kejang disertai hilangnya kesadaran :
      • infeksi - radang otak (encephalitis), radang selaput otak (meningitis), ataupun keduanya (meningoencephalitis)
      • kejang demam
      • epilepsi/ ayan - terjadi secara berulang sejak lama (kondisi kronik)
    Sebaiknya bayi Anda diperiksakan ke dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan wawancara terkait kondisi Anda selama kehamilan, prosedur persalinan, hingga kondisi bayi hingga saat ini. Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan juga tes tambahan, seperti tes darah, rekam gelombang otak (EEG), pungsi lumbal (pengambilan cairan otak), dan sebagainya. Setelah mengetahui penyebab pastinya, barulah dokter akan merencanakan program penanganan yang tepat. Selain itu, dokter juga akan mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda guna menilai komplikasi yang mungkin ditimbulkan akibat kejang. Diskusikanlah hal ini dengan dokter anak yang memeriksa Si Kecil secara langsung. Demikian, semoga bermanfaat dr.Lili