Tanya Dokter

  • Mood gampang berubah setelah merasakan kehilangan

  •  RIRIN0295
    Anggota

    Dok saya mau tanya, beberapa bulan lalu saya ditinggalkan orang yang sangat saya cintai, saya beranggapan bahwa saya bisa berdamai dengan diri saya dan saya bisa menerima keadaan, tapi entah kenapa saya masih terus kefikiran bahkan hampir tiap hari terbawa mimpi, saya suka tiba2 menagis dan mood saya berubah menjadi jelek, tapi saya bisa menjukan seolah2 saya bahagia, saya expresikan ke semua sosmed saya bahwa saya baik2 saja, padahal dibalik itu saya sering merasa sakit hati dan sedih sendri.

    hal seperti ini juga sering terjadi jika saya mengalami masalah2 berat dalam keluarga saya, saya jadi saya sering menunjukan hal sebaliknya dari apa yang saya rasakan,

    lalu pertanyan saya, apakah saya mengalami kelainan kejiwaan? jika ia apa yang harus saya lakukan?

    terimakasih

    Halo,

    Terima kasih atas pertanyaannya. Setiap orang mengalami reaksi yang berbeda-beda jika dihadapkan pada suatu stresor dalam kehidupan sehari-hari, atau yang dinamakan dengan mekanisme defensif. Mekanisme ini merupakan mekanisme psikologis seseorang untuk  melindungi diri sendiri dari rasa cemas atau rasa bersalah, yang muncul karena orang tersebut merasa "terancam" secara psikologis. Reaksi ini merupakan suatu reaksi di bawah sadar dan tidak mudah untuk dikendalikan. Mekanisme defensif merupakan sesuatu yang wajar. Terdapat beberapa mekanisme defensif yaitu:

    • menyangkal (denial), orang tersebut cenderung menyangkal kenyataan
    • represi, yaitu alam bawah sadar kita melupakan hal yang tidak menyenagnkan yang kita alami
    • regresi, yaitu tindakan di bawah sadar yang kembali ke masa kanak-kanak
    • displacement, yaitu pengalihan perasaan pada benda lain. Misalnya jika Anda marah pada seseorang, Anda akan melampiaskannya dengan memukul benda
    • proyeksi. Misalnya jika Anda mengenakan suatu pakaian yang Anda rasa kurang bagus kemudian Anda bertemu dengan teman-teman Anda. Teman Anda tidak ada yang berpendapat bahwa pakaian tersebut tidak bagus tetapi Anda  memproyeksikan perasaan dan pikiran Anda pada teman Anda dengan berkata pada teman Anda bahwa dia berpikiran pakaian Anda tidak bagus
    • reaksi formasi, yaitu reaksi psikologis yang berlawanan dari apa yang dipikirkan atau dirasakan
    • dan lainnya

    Apa yang Anda lakukan termasuk ke dalam reaksi formasi. Kondisi ini bukalah kelainan kejiwaan tetapi merupakan mekanisme defensif yang normal. Namun, tentu saja pada suatu saat kondisi ini dapat menimbulkan masalah lebih lanjut, misalnya gangguan kecemasan atau masalah sosial, jika muncul terlalu sering.

    Anda dapat mencoba mengendalikan tindakan Anda ini dengan menahan diri untuk tidak mengumbar segala sesuatu di media sosial. Cobalah untuk mengutarakan isi hati atau pikiran Anda yang sebenarnya mulai dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan psikologis untuk mendiskusikan bagaimana agar dapat mengendalikan tindakan Anda ini dengan baik.

    Semoga informasi ini berguna.

    Dr. Aloisia