Tanya Dokter

  • Kelamin berbau setelah berhubungan intim

  •  Avent
    Anggota
    Hai doc..saya berusia 25 tahun..saya sudah berkhawin..saya mahu bertanya kenapa selepas saya melakukan hubungan seks alat sulit saya mengeluarkan bau dan saya ingin bertanya apa yang saya perlu lakukan untuk mengatasi masalah ini..m

    Halo, terima kasih sudah bertanya di alodokter.com
    Pada umumnya vagina memiliki bau khas dan berbeda-beda pada setiap wanita.Terkadang bau yang menyengat sering dialami wanita ketika masa menstruasi, kehamilan, berolahraga, melakukan aktivitas hingga berkeringat banyak atau saat melakukan hubungan seksual. Namun jika bau yang dirasakan seperti bau amis yang disertai dengan keputihan, gatal vagina, luka pada bibir kulit vagina, melepuh, dan lainnya, maka kemungkinan bau tersebut terjadi akibat adanya kondisi medis tertentu. Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan bau pada organ intim menjadi sangat menyengat disertai dengan kelainan lain, antara lain:
    • Kurangnya kebersihan organ intim
    Vaginosis bakterialis
    Infeksi trikomonas
    • Rectovaginal fistula
    Penyakit menulr seksual
    • Kanker

    Jika keluhan Anda masih berlanjut, saya sarankan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan sehingga pengobaran yang tepat dapat diberikan setelah penyebab diketahui.

    Beberapa tips yang dapat Anda lakukan diantaranya:
    • Gunakan celana dalam yang nyaman dengan bahan katun yang menyerap dan tidak ketat
    • Segera ganti celana dalam bila basah / lembap
    • Bersihkan dan keringkan vagina dengan air bersih dari arah depan ke belakang, jangan sebaliknya
    • Bersihkan vagina setiap selesai berhubungan intim
    • Hindari menggunakan sabun atau cairan pembersih kewanitaan untuk membersihkan vagina karena beresiko merusak pH vagina
    • Batasi penggunaan pantyliners saat tidak menstruasi
    • Hindari seks bebas atau gonta ganti pasangan seksual

    Demikian jawaban dari saya, semoga membantu.
    Salam, dr.Sylvia