Tanya Dokter

  • Cara tepat mengobati kelenjar getah bening

  • Salam sehat dok, saya mau tanya ni dok, apakah kelenjar getah bening di leher dapat d sembuhkan dengan oprasi/ obar herbal alami,? Apa ya obatnya dok. Mohon saran.

    Dear Jojopankz, Kelenjar getah bening merupakan kelenjar yang menampung sel-sel darah putih yang beredar di seluruh tubuh. Sel-sel darah putih berfungsi untuk melawan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Karena invasi kuman ini, kelenjar getah bening sering membengkak. Pembengkakan kelenjar getah bening karena invasi virus atau bakteri biasanya akan kembali ke ukuran normal setelah beberapa hari infeksi telah teratasi. Selain karena infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening bisa juga dikarenakan penyakit autoimun atau kanker. Jika pembengkakan karena infeksi virus, obat-obatan yang menekan gejala seperti parasetamol diberikan dan kelenjar getah bening akan kembali ke ukuran normal dengan sendirinya. Untuk infeksi bakteri, antibiotik akan diberikan. Penyakit autoimun akan diobati sesuai dengan kondisi yang mendasarinya. Sedangkan pembengkakan karena kanker bisa diterapi dengan kemoterapi, radioterapi, atau prosedur operasi. Jadi, penanganan pembengkakan getah bening sesuai dengan penyebabnya tidak dapat digeneralisasi atau disamakan semua. Obat herbal tidak dapat menyembuhkan secara langsung, kebanyakan hanya bersifat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Konsumsi obat herbal juga harus berhati-hati, selalu perhatikan apakah terdaftar di BPOM atau tidak. Dengan terdaftarnya suatu obat herbal di BPOM, keamanan penggunaan obat tersebut dapat dipercaya. Berikut anjuran umum untuk mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening:

    • makan makanan sehat bergizi seimbang untuk meningkatkan kekebalan tubuh
    • minum air putih dalam jumlah cukup
    • olahraga rutin seperti jalan kaki minimal 3o menit setiap 3 hari sekali.
    • kelola stres dengan baik
    • istirahat dan tidur berkualitas dengan lama waktu yang cukup
    Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya