Tanya Dokter

  • keluar darah dimasa subur

  •  Syarifah Ali
    Anggota

    Sore dokter,

    Saya wanita berusia 35 tahun, 27 maret lalu saya habis operasi KET dgn usia kandungan 6w dan dilanjutkan operasi laparatomi 3 bulan kemudian tepatnya tgl 21 Juli 2015 utk pengangkatan miom dan kista. 25 agustus 2015 saya start program kehamilan, dibulan ini juga saya telat haid 3 minggu (sbelum operasi mens saya teratur stiap tgl 21, pasca operasi mundur 29 juli 2015, mens teratur selama 7 hari). Namun mens berikutnya telat sd 21 hari tgl. 17 september 2015 s.d 25 september 2015 (8 hari). Tepatnya senin, tgl 28 september 2015 saya periksa ke dokter di usg transvagina, dokter mengatakan saya sedang masa subur, ada telur yg besar2 dan siap dibuahi,berikut hasil usgnya : Lt Fol 1-D1 17.7mm Lt Fol 1-D2 20.3mm Lt Fol 1-Avg 19.0mm Lt Fol 1-Vol 3.340 cm2 Ut.Endom.Th. 9.62mm

    Kemudian hari kamis tgl 1 oktober saya kembali ke dokter dengan keluhan keluar flek sebanyak 3x mulai jam 5 sore s.d selepas isya setiap bak. Dokter mengatakan tdk masalah saya sedang masa ovulasi dan ada telur yg pecah (tapi saat itu dokter tdk usg transv saya) kemudian saya diresepkan obat vitamin K, malam harinya kami berhubungan mengingat dokter mengatakan masa ovulasi dan tdk masalah berhub. keesokan pagi harinya 2 oktober darah keluar s.d malam, saya call rumah sakit dokter blg tdk masalah, saya diminta menghabiskan vit. K nya hingga 3 hari kedepan jika masih kluar darah diminta konsul kembali. Pertanyaan saya, kenapakah saya keluar darah sperti mens stelah seminggu slesai haid dan dinyatakan sedang masa subur ?? Dan jika saya beraktifitas kluar rumah darah keluar banyak namun jika saya stay di rumah (hanya tidur2an) maka darah tdk kluar, hanya flek saat bak. Mohon bantuan tanggapannya dokter atas kebingungan saya ini. Terima kasih sbelumnya

    Hai, Perdarahan dari vagina (baca juga mengenai: perdarahan pasca hubungan) dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

    • Ovulasi - sel telur pada dasarnya terbungkus oleh selaput di dalam indung telur, pada beberapa wanita, saat selaput ini pecah, bisa terjadi nyeri dan perdarahan singkat melalui vagina; flek ovulasi umumnya tidak berwarna merah seperti mens biasa, namun sedikit kecoklatan atau merah muda pudar
    • Perdarahan implantasi - yaitu perdarahan yang terjadi saat hasil pembuahan menempel ke endometrium (lapisan dalam rahim), biasanya terjadi 1 minggu setelah ovulasi
    • Kehamilan ektopik (baca juga: hamil luar kandungan dua kali)
    • Infeksi genital oleh penyakit menular seksual
    • Dan sebagainya
    Perdarahan vagina, terutama bila sedikit, biasa akan diperparah dengan aktivitas fisik / peningkatan tekanan perut (mis. batuk / BAK /BAB ) dan berkurang saat tidur. Hal ini disebabkan oleh posisi rahim dan bentuk rahim sedemikian rupa sehingga bila tertekan, darah akan keluar; sebaliknya, bila berbaring, darah akan terkumpul seperti di dalam wadah. Pemberian vitamin K dimaksudkan untuk membantu proses pembekuan darah, dengan harapan perdarahan minimal ini bisa berhenti dengan sendirinya. Untuk lebih bisa memastikan penyebab perdarahan Anda, diperlukan pengamatan dan pemeriksaan langsung oleh Dokter Kandungan Anda. Bila dirasa perlu, akan dilakukan lagi USG transvaginal / biasa dan pemeriksaan spekulum. Berikut tips yang dapat Anda coba: Sekian, mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat. dr. Radius Kusuma