Tanya Dokter

  • Penyebab keluar darah setelah 5 hari selesai haid dan sering BAK disertai perut bagian bawah terasa nyeri

  •  Lyta
    Anggota

    Tgl. 31 Okt 2016, saya diare lebih dr 6 kali. Malamn sebelunmya saya deman dan kaki terasa dingin. Diare berlendir dan ada darah (saya tidak tahu itu darah krn wasir atau darah dikotoran) Malamnya saya ke dokter, dan dokter bilang saya di sentri dan diberi obat: Trichodazol 500 u/ 5 hari Parasetamol Omeprazol Saat minum obat tersebut diare berhenti dan BAB menjadi padat. Hari kedua minum obat tsb perut bagian bawah panas setelah BAB pagi sampai satu harian. Saya jadi sering berkemih dan kencing warna coklat saat kencing pertama di pagi hari dan setelah mengkonsumsi obat tsb. Tapi setelah obat berhenti kencing warna normal tapi tetap sering berkemih. Dan saya cek ke Lab urine rutin hasil normal. Frekuensi kencing 1 jam setelah minum air kencing keluar sebanyak yang minum sampai saat ini. setelah minum obat disentri tsb selain perut bawah panas selalu terasa penuh, tegang dan seolah2 menekan dan membuat wasir saya jadi terganggu berasa tidak nyaman Lalu saya ke dokter yang sama dan dokter bilang ini pengaruh wasir dan kembung jadi saya diberikan obat: NOSIRAX 10 Kapsul 2x 1 Benozym Tapi rasa kencang diperut tetap ada sampai sekarang.

    Tanggal 8-11 saya datang bulan dan hari ini tanggal 16 Nov ada darah yang keluar dari vagina seperti datang bulan.

    Pertanyaan 1. Apakah frekuensi berkemih saya normal. (Saya ada riwayat seting berkemih dan mengandung darah) tapi setelah di cek oleh dokter spesialis urologi tidak ditemukan kelainan. Normal. 2. Apakah darah yang keluar setelah 5 hari selesai haid ini normal. 3. Apakah gejala sering berkemih, dan rasa tegang panas di perut bagian bawah pusar dan rasa sakit/nyeri di bagian perut bawah kiri dan kanan (tepatnya di samping pusar) ada kaitannya dengan gangguan ovarium atau usus besar? 4. Menurut diagnosa dokter dr apa yang saya sampaikan ini apa dan apa saranya? Demikian saya tanyakan. Terima kasih atas respon dan jawabannya.

    Saya tidak pernah berhub. sexual sejak 1999 sampai saat ini.

    Salam, Lyta

    Halo Lyta....... Terimakasih atas pertanyaan Anda. Apabila kita fokuskan kepada kondisi yang Anda alami yang berupa seringnya buang air kecil ( BAK ), maka pada dasarnya seseorang dikatakan sering BAK bila dalam sehari frekuensi BAK melebihi 8 kali atau urine yang dikeluarkan melebihi 1,8 liter perhari. Penyebab timbulnya BAK yang sering memang paling banyak dikarenakan oleh infeksi saluran kemih ( ISK ). Akan tetapi selain dari ISK, kondisi yang Anda alami juga dapat disebabkan oleh karena kandung kemih yang terlalu aktif ( overactive bladder ), infeksi yang terjadi pada ginjal, batu ginjal, diabetes, penyakit yang mengenai alat reproduksi wanita, kehamilan, mengonsumsi obat - obatan diuretik, divertikulitis / peradangan pada dinding usus, faktor psikologis ( misal : stress, cemas, depresi, panik, dll. ), dsb. Sedangkan darah yang keluar di luar siklus menstruasi merupakan hal yang tidak normal, kondisi ini biasa disebut sebagai pendarahan di luar siklus menstruasi. Penyabab dari hal ini diantaranya dikarenakan oleh : sindrom ovarium polikistik, infeksi yang terjadi pada panggul, adanya fibroid dalam rahim, stress psikologis, kelelahan, gangguan pada hormon, penyakit menular seksual, kanker serviks, dll. Untuk lebih mengetahui dengan pasti kondisi yang Anda alami, maka kami sangat menyarankan kepada Anda untuk segera menemui Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Spesialis Kebidanan dan kandungan agar dilakukan serangkaian pemeriksaan lebih lanjut. Dokter kemungkinan akan melakukan beberapa pemeriksaan yang diperlukan terkait masalah ini, yang meliputi : pemeriksaan fisik, tes laboratorium darah lengkap, USG, CT - Scan, MRI, dll. Sehingga penyebab pasti dari timbulnya keadaan yang Anda alami diketahui dan alkhirnya penanganan yang tepat dapat diberikan. Klik artikel di bawah ini untuk lebih jelasnya : SERING BAK PENDARAHAN DI LUAR SIKLUS MENSTRUASI Demikian penjealasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, Dr. Jati