Tanya Dokter

  • Keluar darah setelah melahirkan 2 bulan berturut-turut

  •  Wita
    Anggota

    Permisi dok, saya mau tanya. Kenapa ya setelah melahirkan organ intim saya mengeluarkan darah selama 2 bulan berturut-turut. Bahkan saat ini pun saya masih mengeluarkan darah. Saya tidak paham apa ini darah haid atau bukan. Saya khawatir ada infeksi di bagian organ intim saya. Karena saya sering merasa sakit di bagian organ intim saya.

    Wita  dr. Rico N
    Dokter

    Hai Wita, Sebelumnya perlu saya jelaskan mengenai pengeluaran cairan lewat vagina setelah melahirkan (lochea). Segera setelah melahirkan, sejumlah besar darah akan mengalir keluar dari rahim hingga kontraksi rahim terjadi.  Setelah itu, volume darah dari vagina (vaginal discharge; lochea rubra) akan sangat berkurang dan lamanya bervariasi. Kemudian warna merah akan berubah menjadi merah kecoklatan dan lebih encer (lochea serosa). Setelah kira-kira seminggu, jumlah cairan akan makin berkurang dan warnanya akan menjadi kekuningan (lochea alba). Lama pengeluaran tersebut umunya tidak lebih dari 5 minggu. tetapi peru dicatat bahwa 15% wanita mengalami lochea lebih dari 6 minggu. Beberapa penyebab patologis (tidak normal) dari perdarahan berkepanjangan setelah melahirkan : - Adanya sisa hasil konsepsi (misal plasenta) di dalam rahim - Infeksi - Subinvolusi uterus / gangguan kembalinya ukuran rahim menjadi seperti semula setelah mengalami pembesaran selama kehamilan. - Gangguan pembekuan darah - Robekan pada rahim / jalan lahir yang tersembunyi Saya menyarankan agar anda mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan / obgyn untuk memeriksakan lebih lanjut keluhan anda. Karena sangat penting untuk menentukan sebab perdarahan yang anda alami, misalnya, jika ada jaringan yang tertinggal, kalau tidak dikeluarkan maka perdarahan tidak akan berhenti. Disana anda akan diwawancara, dilakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan genital dengan colok vagina dan pemeriksaan dengan spekulum/cocor bebek. Pemeriksaan penunjang yang mungkin dilakukan antara lain pemeriksaan lab darah untuk mengetahui status anemia dan infeksi serta adanya gangguan fungsi perdarahan dan USG untuk memastikan ada / tidaknya sisa jaringan yang tertinggal di dalam rahim. Pengobatan sangat tergantung dari penyebabnya. Jika ada saisa jaringan mungkin dapat dilakukan kuretase, jika ada infeksi mungkin diberikan antibiotik, dan jika terdapat gangguan pengembalian ukuran rahim mungkin perlu diberikan obat uterotonika (perangsang kontraksi rahim) dan mencari penyebab gangguan pengembalian ukuran tersebut. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, dr. rico novyanto