Tanya Dokter

  • keluhan setelah melakukan hubungan seksual

  •  Ayekk Lee
    Anggota

    selamat pagi dok. jd bgni dok,sy dengan tunangan sy 2 hr lalu mlakukan hub.badan untuk prtma kali dan dia menggunakan alat kontrasepsi,namun ketika dara sy pecah sy menyuruh dia melepas alat itu ttpi dia harus mngluarkan sperma diluar,. setelah brhubungan sy mengalami kram perut hebat dan dada sy terasa sesak, (5bln lalu sy oprsi appendix ,usbun) dan kencing sy juga berbau seperti obat,ktka tunangan sy menyuruh untuk sy membersihkan diri usai berhbngan sy hanya diam krna malas,smpai akhirnya tertidur kmbali ,apa kah ini bisa disebut ISK? dan jk iya sy harus bagaimana? cara mengatasinya (resep obat)

    Halo Ayekk Lee, Keram adalah suatu kontraksi yang terjadi secara mendadak dan tanpa disadari pada salah satu otot atau lebih. Keram dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa. Kegiatan fisik yang lama terutama di tempat atau suhu yang panas dapat menyebabkan keram. Penyebab keram secara jelas ada 3, yaitu:

    • Kurangnya suplai darah, yang dapat terjadi karena aktifitas yang berat, dengan menghentikan aktifitas tersebut, keram biasanya akan hilang dengan sendirinya.
    • Penekanan pada syaraf, Biasa terjadi jika berjalan atau berlari karena ada penekanan pada bagian tulang belakang.
    • Kekurangan mineral, seperti kalium, kalsium, dan magnesium
    Keram atau kekakuan otot dapat terjadi dimana saja, dan akan berdampak terhadap organ sekitarnya. Dalam hal ini misalkan otot perut mengalami keram, maka otot sekitar hingga otot dada dapat mengalami keram juga. Jika otot dada mengalami keram, maka pergerakan dada untuk bernafas akan terhambat sehingga muncul lah sesak. Penyebab ISK sendiri pun dapat berasal dari perilaku seksual, tidak hanya karena darah dari selaput dara ataupun perilaku seksual yang cukup aktif, hal ini dikarenakan jarak antara saluran kencing wanita dengan kandung kencing sangat dekat. Sangat penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan sekitar kelaminnya. Untuk mengetahui lebih pasti keadaan pada diri anda, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis penyakit dalam. Diskusi ini dan ini dapat berhubungan dengan kasus anda. Semoga membantu, Dr. Yosephine U. L. Simanungkalit