Tanya Dokter

  • Kemungkinan hamil jika ejakulasi di luar vagina

  •  Adli
    Anggota

    <p style="border: 0px; font-family: museosans300, sans-serif; margin: 0px 0px 20px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; word-wrap: break-word; line-height: 23px; color: #000000;">Selamat siang dok, saya mau bertanya dok. Saya dan istri saya melakukan hubungan seks pada tanggal 20 dok dan mengeluarkan sperma diluar vagina. Dan pada tanggal 27 Istri saya haid namun hanya 3 hari dan itu haid biasa. Apakah mungkin bisa hamil dok dengan kondisi seperti tersebut ?</p> <p style="border: 0px; font-family: museosans300, sans-serif; margin: 0px 0px 20px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; word-wrap: break-word; line-height: 23px; color: #000000;">Dan belakangan ini sering sakit kepala. Apakah ciri ciri tersebut juga memungkinkan hamil dok ? mohon penjelasannya dok.</p> <p style="border: 0px; font-family: museosans300, sans-serif; margin: 0px 0px 20px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline; word-wrap: break-word; line-height: 23px; color: #000000;">Terimakasih.</p>

    Dear Adli, Apabila menstruasi terjadi beberapa hari setelah hubungan seksual, maka kehamilan tidak akan terjadi. Karena dalam kehamilan tidak mungkin terjadi menstruasi. Hal ini disebabkan oleh diproduksinya hormon-hormon yang mencegah menstruasi terjadi. Kehamilan dimulai dengan pertemuan sel telur dan sperma yagn disebut pembuahan. Sel telur dilepaskan pada masa subur. Bagi mereka yang mempunyai siklus menstruasi teratur, masa subur terletak antara 12-16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sel telur mampu bertahan hidup hingga 1 hari setelah dilepaskan sedangkan sel sperma bisa bertahan hidup hingga 3 hari. Apabila terjadi pembuahan, maka dalam waktu 7-10 hari hasil pembuahan akan tertanam pada dinding rahim. Setelah itu, plesanta akan terbentuk dan hormon hCG akan dihasilkan. Hormon inilah yang memberikan hasil positif pada pemeriksaan testpack. Namun kehamilan baru dapat dipastikan mulai minggu kelima hingga ketujuh setelah pembuahan dengan melihat kantong kehamilan yang berisi janin melalui pemeriksaan USG. Sakit kepala yang istri Anda alami bukanlah tanda pasti kehamilan. Sakit kepala merupakan keluhan umum yang dapat disebabkan berbagai kondisi, mulai dari sakit kepala tegang, migrain, sakit kepala klaster, hingga sakit kepala sekunder yang disebabkan oleh penyakit lain. Istri Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan bila mengalami gangguan menstruasi. Penelusuran gejala dan pemeriksaan fisik akan dokter lakukan. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah dan USG dapat dokter anjurkan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan. Anjuran yang dapat istri Anda lakukan:

    • konsumsi makanan bergizi seimbang secara teratur
    • minum air putih dalam jumlah cukup minimal 10 gelas setiap hari untuk mencegah dehidrasi
    • hindari beraktivitas fisik yang berlebihan dan amat melelahkan
    • atasi stres dengan bijak
    • cukup beristirahat dan tidur berkualitas
    • hindari berada terlalu lama di bawah sinar matahari terik
    Berikut artikel yang dapat Anda baca: Proses pembuahan Tidak mungkin mengalami haid tapi hamil Sakit kepala Tanda-tanda kehamilan Semoga bermanfaat dan salam, dr. Rony Wijaya