Tanya Dokter

  • Kenapa Kotoran telinga tidak berwarna?

  •  Caseyid1
    Anggota
    Alo Dokter, Mulanya kotoran telinga saya berwarna hitam dan kotorannya itu memenuhi gendang telinga, lalu saya berobat ke dokter, katanya yg hitam2 itu jamur, setelah diobati dgn obat tetes dan minum antibiotik kotoran telinganya bersih dan tidak hitam lagi. Tapi.... koq lama kelamaan(sudah sebulan) sama sekali ga ada kotoran telinga ya dok? Paling kl saya bersihkan ada gel bening, jmlnya pun sedikit sekali. Sama sekali ga kuning seperti kuping yg sebelahnya. Apakah ini normal dok? Pls help to answer dok. Tks a lot

    Hai.. Terimakasih untuk pertanyaan yang diberikan.

    infeksi jamur pada telingan biasa terjadi pada orang- orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis dan daerah dengan kelembapan yang tinggi. Gejala yang muncul ialah gatal, gangguan pendengaran, nyeri, ada cairan yang kleuar dari telinga, dll. Terapi dari infeksi ini ialah tetes telinga untuk menghilangkan jamur dan dapat dibantu dengan obat minum lainnya.

    Kotoran telinga pada setiap orang berbeda- beda baik jumlah ataupun warnanya. Ada mekanisme alami dalam telinga dimana kotoran dapat diberihkan sendiri melalui gerakan rahang dan gerakan mengunyah. Minimnya kototran telinga pada salah satu telinga anda dapat disebabkan karena masih dalam proses penyembuhan infeksi, dan baiknya anda perhatikan apakah cairan bening yang anda sebutkan adalah kototran telinga atau cairan telinga akibat infeksi. 

    Jika keluhan anda tak membaik disertai dengan adanya nyeri telinga, keluarnya cairan telinga, gangguan pendengaran maka periksakan diri anda ke dokter THT, Dokter akan melihat secara langsung bagian luar dan dalam telinga anda. Serta dapat memberikan terapi yang tepat. Untuk menghindari munculnya keluhan telinga, maka: jangan sering mengorek- korek telinga, hindari memasukkan benda- benda dalam liang telinga, istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga infeksi jamur tak berulang, jaga kelembapan telinga, dan rutin cek kesehatan telinga ke dokter.

    Semoga bermanfaat

    dr. Iriyanti