Tanya Dokter

  • Penyebab urin berwarna kuning kecoklatan

  •  rasya91
    Anggota
    selamat siang dok. saya rachman 26 tahun.. saya mau menanyakan. dalam beberapa hari ini saya memang aktif berolah raga.. jogging di sore hari dan GYM di mlm hari.. konsumsi air minum saya cukup banyak,mungkin sekitar 4 sampai 5 liter per hari.. td malam saya kencing biasa2 saja.. dengan warna air kencing yg menurut saya normal.. tp ketika bangun tadi pagi, pas saya kencing.. kencing saya kuning dan kecoklatan (lebih cenderung coklat) baru kali ini saya mengalami hal yg demikian, saya tidak merasakan sakit di daerah perut dan pibggang saya.. saya sudah banyak minum air putih hari ini, namun kencing saya masih belum menunjukan perubahan.. mohon penjelasan nya dok.. apakah olahraga yg berat berpengaruh.. trimakasih..

    Dear Rasya,

    Keluhan yang Anda alami bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih dapat menimbulkan gejala berupa:

    • nyeri saat buang air kecil
    • sakit perut bagian bawah
    • rasa ingin selalu buang air kecil
    • warna urine keruh
    • bau urine yang menyengat
    • perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil
    • bisa disertai darah


    Terapi infeksi saluran kemih adalah dengan pemberian antibiotik. Jangan mengobati sendiri keluhan ini agar tidak terjadi kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Keluhan yang Anda alami juga bisa disebabkan oleh:


    Konsultasikan keluhan Anda dengan dokter spesialis penyakit dalam di mana dokter akan menelusuri riwayat gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Penunjang seperti tes darah, tes urine, USG dapat dokter anjurkan. Terapi yang sesuai akan dokter berikan.

    Anjuran yang bisa Anda lakukan:

    • hindari kebiasaan menahan buang air kecil
    • minum air putih dalam jumlah cukup minimal 10 gelas setiap hari
    • makan makanan bergizi seimbang secara teratur
    • kelola stres dengan bijak
    • miliki waktu yang cukup untuk tidur dan beristirahat


    Artikel yang dapat Anda baca:

    Infeksi saluran kemih

    Semoga bermanfaat,

    dr. Rony Wijaya