Tanya Dokter

  • Penyebab keluar urin secara tidak terkontrol

  •  Rena indriana
    Anggota
    Anak saya perempuan umur 12 tahun, dr kecil kencingnya tidak terkontrol selalu keluar tanpa terasa, klo sudah basah baru sadar bahwa dia kencing keadaan tidur walaupun tidak tidur ,itu knapa ya dok?makasih

    Hallo Rena Indriana

    Terimakasih atas pertanyaan anda

    Gangguan yang dialami oleh anak anda bisa disebut sebagai gangguan mengompol. Namun anda perlu paham, secara umum gangguan berkemih yang disebut mengompol dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu enuresis dan inkontinensia urin. Enuresis dianggap sebagai akibat pematangan fungsi proses berkemih anak yang terlambat, umumnya tidak ditemukan kelainan organik yang nyata sebagai penyebab gangguan berkemih ini. Sedangkan inkontinensia urin didefinisikan sebagai pengeluaran urin yang terjadi tanpa kontrol (involunter) meskipun anak anda berusaha sekuat mungkin menahannya, kencing bisa menetes dan bahkan dapat terjadi seketika, dimana saja dan kapan saja sehingga membuat penderitanya mengalami rasa malu. Dalam kenyataan sehari-hari, tidak mudah membedakan enuresis dengan inkontinensia urin ini. Pada enuresis terjadi proses berkemih normal (normal voiding) tetapi terjadi pada tempat dan waktu yang tidak tepat yaitu berkemih di tempat tidur atau menyebabkan pakaian basah, dapat terjadi pada saat tidur malam hari (enuresis nokturnal), siang hari (enuresis diurnal), ataupun siang dan malam hari. Selain karena keterlambatan dalam proses pematagan dan perkembangan fungsi kandung kemih, kondisi enuresis ini bisa disebabkan karena adanya gangguan pola tidur, gangguan psikologis, stress lingkungan, adanya gangguan pada organ berkemih dan juga ketidaknormalan pengeluaran homron antidiuretik (ADH, dimana hormon ini menghambat proses diuresis atau pengeluaran cairan melalui proses berkembih). Terkadangan juga ditemukan riwayat keluarga dengan keluhan serupa pada penderita enuresis ini.

    Jadi langkah yang harus dilakukan adalah menentukan diagnosa anak anda, karena itu perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter umum atau spesialis anak secara langsung. Biasanya akan ditanyakan riwayat mengompol yang dialamai oleh anak anda. Untuk pemeriksaan fisik biasnaya tidak ditemukan adanya kelainan. Selain itu perlu pemeriksaan penunjang untuk menilai kondisi enuresis ini, yaitu pemeriksaan analisis air kemih, berat jenis air kemih, biakan urin, ureum, kreatinin dan lain-lain.

    Untuk penanganannya sendiri dilakukan menangani penyebab dari enuresis ini (berhubungan dengan kematangan fungsi saluran kemih), yaitu dengan pemberian obat dan terapi selain obat. Terapi perilaku dan konseling yang membutuhkan peran serta orang tua, dimana dilakukan terhadap anak selama kurang lebih 6 bulan, latihan untuk menahan keingina berkemih dengan harapan anak mampu dilatih menahan berkemih secara sadar untuk menghambt kontraksi kandung kemih dan memperbesar kapasitas kandung kemih, mengubah kebiasaan berkemih dan bantuan alat berupa alarm berupa bel yang dipasang pada tubuh su anak yang cara kerjanya adalah tetes pertama air kemih akan menyebabkan alarm berbunyi dan membangunkan si anak. Selanjutnya alarm diatur untuk waktu yang lebih lama dan akhirnya rangsangan dihentikan begitu anak sudah terlaltih untuk bangun tidur sebelum ngompol. Untuk pengobatan sendiri dapat diberikan anti depresan (misalnya imipramine) yang berdasarkan penelitian dapat mengurangi kejadian enuresis pada anak. Selain itu dapat digunakan obat desmopresin (vasopressin) atau oxybutynin (antikolinergik). Obat-obatan ini sebaiknya memang atas dasar pemberian dokter.

    Semogga jawaban ini membantu anda.

     

    dr. Aldy Valentino