Tanya Dokter

  • Penanganan untuk kepala terbentur

  • Malam dok, seminggu yg lalu ayah saya terbentur meja dari kayu krn beliau susah berdiri setelah 5 thn ini menderita stroke komplikasi diabetes.. waktu terbentur kepalanya sakit sekali sampai 2 hari baru mulai hilang sakitnya tp saya merasa aneh krn sekarang beliau sering bengong.. bagaimana solusinya yaa soalnya beliau lg dikampung jauh dr pelayanan kesehatan apakah harus segera sy bawa ke rumah sakit dok?

    Halo Abdi Ridza Sabr, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Benturan pada kepala akibat jatuh tidak dapat dipandang sebelah mata. Benturan pada kepala yang berat dapat menyebabkan berbagai  komplikasi, berikut ini adalah beberapa diantaranya:

    1. Hematoma atau memar di bawah kulit, yang merupakan komplikasi paling ringan dari benturan di kepala. Memar tidak akan memberikan gejala gangguan kesadaran ataupun gangguan neurologis lainnya. Memar biasanya akan menghilang sendiri dalam beberapa hari.
    2. Perdarahan di dalam tulang tengkorak. Bila benturan terjadi cukup keras, perdarahan dapat terjadi di dalam tulang tengkorak. Perdarahan dapat berwujud perdarahan epidural, perdarahan subdural, perdarahan subarachnoid, dan perdarahan intraserebral, tergantung kepada lokasinya. Semua jenis perdarahan ini sangat berbahaya bila terus menerus berlangsung, dapat menyebabkan penekanan dalam otak, gangguan kesadaran, gangguan neurologis, hingga dapat menyebabkan kematian.
    3. Konkusi otak. Konkusi otak terjadi bila otak mengalami guncangan hingga membentur tulang tengkorak yang keras. Konkusi dapat menyebabkan terjadinya kehilangan kesadaran serta gangguan ingatan yang biasanya bersifat sementara.
    4. Fraktur atau retak pada tulang tengkorak. Retak pada tulang tengkorak tergantung pada derajat kerusakkan tulang yang terjadi, bila retak ringan, bisa tidak menimbulkan gejala apa-apa selain memar dan nyeri. Pada retak yang berat hingga bagian tulang masuk ke dalam, dapat terjadi perdarahan di dalam tengkorak dan kerusakan pada otak.
    5. Edema pada otak. Edema atau penumpukan cairan di dalam otak dapat terjadi pada semua jenis cedera kepala. Edema dapat menyebabkan otak menjadi membengkak, hingga menekan batang otak dan menyebabkan kematian.
    6. Diffuse axonal injury. Diffuse axonal injury (DAI) merupakan salah satu komplikasi yang paling berat yang dapat terjadi pada cedera kepala. Pada DAI terjadi kerusakan pada area yang sangat luas di otak yang dapat menyebabkan gangguan kesadaran hingga terjadinya koma.

     

    Gejala gangguan kesadaran seperti sering bengong yang dialami oleh ayah anda bisa jadi merupakan dampak dari cedera kepala yang dialaminya, kerusakan otak akibat stroke, ataupun komplikasi penyakit diabetes (seperti gula darah yang meningkat sangat tinggi).  Untuk dapat mengetahuinya dengan pasti, ada baiknya anda segera membawa ayah anda ke rumah sakit yang memiliki fasilitas pemeriksaan CT scan. Kasus cedera kepala disertai dengan gangguan neurologis seperti yang dialami ayah anda akan memerlukan tindakan CT scan kepala untuk melihat apakah terdapat gangguan seperti perdarahan di dalam otak, fraktur pada tulang tengkorak, atau edema pada otak. Tata laksana yang diberikan akan disesuaikan dengan hasil temuan. Bila terdapat perdarahan di dalam tengkorak, akan dilihat kembali seberapa besar perdarahannya serta lokasi perdarahannya. Bila diindikasikan, maka ada kemungkinan dilakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan perdarahan.

    Sementara belum ke rumah sakit, sebaiknya jagalah agar ayah anda jangan sampai jatuh dan mengalami cedera kepala kembali. 

     

    Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

     

    dr. Irna Cecilia