Tanya Dokter

  • Keputihan setiap kali menggunakan celana jins

  •  Siska Wurii
    Anggota

    Dok , kenapa ya kalo saya menggunakan celana levis tiap hari Kadang keputihan kental seperti susu Tapi kalo pakai celana bahan engga dok , kalo pakai celana bahan pas mau menstruasi kadang keputihan seperti gel bening

    Apa itu normal dok ?

    Siska Wurii  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat malam, Keputihan/ cairan vagina normal terjadi saat menjelan dan sesudah menstruasi dan terlihat cairan bening, tidak berbau. Pada kondisi keputihan bewarna putihsusu dan kental merupakan kondisi tidak normal. Keputihan  atau lendir vagina merupakan hal yang normal dialami oleh setiap wanita. Keputihan merupakan kondisi alami sebagai upaya tubuh membersihkan dan melindungi vagina dari infeksi. Keputihan  merupakan lendir yang diproduksi oleh sel-sel di leher rahim dan sel-sel dinding vagina, kemudian keluar membilas dinding vagina untuk menghilangkan sel-sel mati dan bakteri yang ada. Keputihan atau lendir vagina normal muncul pada saat-saat tertentu, seperti menjelang ovulasi, sebelum maupun sesudah menstruasi, dan saat sedang dalam kondisi terangsang. Lendir atau keputihan yang dinyatakan normal adalah lendir dengan warna bening hingga agak keputihan, tidak berbau, tidak menimbulkan rasa gatal atau perih. Jumlah dan tingkat kekentalannya berbeda-beda tergantung pada siklus menstruasi. Perlu diwaspadai jika keputihan yang terjadi mengalami :

    • Perubahan warna
    • Berbau tidak sedap, menyengat atau tajam
    • Disertai gejala gatal, nyeri, perih pada vagina atau daerah perut bawah terutama saat setelah berhubungan seksual.
    • Disertai adanya flek perdarahan di luar menstruasi normal.
    Jika terdapat salah satu gejala diatas, maka itu merupakan gejala tidak normal, dan sebaiknyaanda segera memeriksakannya ke dokter, agar infeksi tidak berlanjut lebih parah, tidak menulari orang lain/pasangan seksual dan agar dapat segera diobati sesuai dengan penyebabnya. Penyebab keputihan tidak normal, adalah :
    • infeksi bakteri, yaitu bakterial vaginosis. Terjadi akibat perubahan keseimbangan bakteri normal di vagina. Ciri keputihan berwarna abu-abu/agak putih, berbau amis (fishy odor), tidak gatal, tidak perih.
    • Infeksi pada penyakit menular seksual, seperti gonore, chlamidya, trichomoniasis. Pada trichomoniasis, keputihan dalam jumlah banyak, warna kuning-kehijauan, bau amis, dan nyeri saatbuang air kecil. pada gonore atau chlamydia keputihan disertai rasa nyeri pada saat BAK maupun setelah berhuubungan seksual, nyeri pada perut bawah atau pinggul, disertai dengan timbulnya flek erdarahan diluar menstruasi normal.
    • Infeksi jamur (candidiasis vaginosis), gejala keputihan kental berwarna putih susu, tidak berbau, kadang disertai rasa gatal. Merupakan hal yang sering terjadi pada wanita. Beberapa faktor resiko terjadinya adalah :
      • Wanita dengan sistem kekebalan tubuh menurun; pada orang tua, menderita penyakit kronis seperti Diabetes, atau HIV
      • Menggunakan antibiotik jangka lama, sehingga bakteri yang normal hidup di vagina menghilang, dan memudahkan pertumbuhan jamur.
      • Efek samping penggunaan obat, seperti kortikosteroid
      • Kondisi vagina lembab dan tidak dijaga kebersihannya. Seperti pada orang yangbanyak berkeringat namun jarang engganti pakaian dalam, penggunaan pakaian dalam terlalu ketat atau menggunakan celana dengan bahan tidak menyerap keringat lainnya (seperti jeans), sehingga vagina dan sekitarnya tidak dapat "bernapas" akibat keringat terperangkap dankondisi menjadi lembab. Kondisi lembab merupakan lingkungan  yang paling disukai dan paling mudah ditumbuhi jamur.
    Untuk lebih jelasnya, sebaiknya anda periksakan kondisi ke dokter spesialis kandungan, agar dapat diketahui dengan jelas penyebabnya dan dapat segera diobati, agar tidak menimbulkan infeksi lebih parah ke depannya. Beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk menjaga kesehatan organ intimadan,adalah :
    • Jaga kebersihan dan kekeringannya. sebisa mungkin hindari kondisi daerah kemaluan lembab, baik pada saat menstruasi atau pada aktivitas sehari-hari.
    • Sering mengganti pakaian dalam, terutama jika banyak berkeringat
    • Gunakan pakaian dalamberbahan katun, yang mampu menyerap keringat dan memberikan pertukaran udara antara organ intim dengan udara luar, sehingga tidak pengap dan lembab.
    • Gunakan pakaian atau celana dengan bahan tipis, adem, menyerap keringat dan longgar. Hindari penggunaan pakaian atau celana sangat ketat, tebal bahkan hingga rangkap.
    • Bersihkan dengan air bersih dan kondisi tangan juga bersih (cuci tangan sebelumnya), bilas dari arah depan (vagina) ke belakang (anus) bukan sebaliknya.
    • Hindari penggunaan sabun beraroma atau sabun khusus kewanitaan terlalu  sering, karena dapat menyebabkan perubahan pH dan dapat terjadi perubahan keseimbangan flora atau bakteri normal vagina.
    • Bersihkan organ intim segera setelah melakukan hubungan seksual.
    • Gunakan pelindung seperti kondom saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan untukmenghindari terjadinya penularan penyakit menular seksual
    • Hindari penggunaan pantyliner terlalu sering. Ganti pembalut sesering mungkin saat menstruasi.
    Sekian informasi yang dapat saya berikan. Lebih lengkap nya anda dapat membaca artikel berikut : http://www.alodokter.com/keputihan http://www.alodokter.com/tanda-tanda-ketidaknormalan-cairan-vagina http://www.alodokter.com/memahami-kesehatan-dan-kebersihan-organ-intim-anda

    Siska Wurii  Siska Wurii
    Anggota

    Dok , kalo di labia mayora sampai dekak dengan anus terasa gatal , Pertama kali saya merasa gatal saat saya memakai pentilyner yang berbeda tidak seperti byasanya Vagina juga tidak keputihan lagi , kulit vagina tidak merah , tidak ada bintik2 ataupun luka pada vagina Gimana cara nyembuhin gatalnya dok ?

    Siska Wurii  dr. Lina Saleh
    Dokter

    Selamat siang, Gatal yang terjadi tanpa adanya keputihan, luka, kemerahan ataupun bintik-bintik dan terjadi setelah penggunaan pantyliner atau pembalut pertama kali kemungkinan disebabkan karena iritasi terhadap bahan pembalut atau pantyliner tersebut. Jadi coba untuk tidak menggunakan bahan tersebut lagi atau coba ganti dengan bahan lain yang nyaman dan cocok untuk kulit anda. Sebaiknya tidak terlalu sering untuk menggunakan pantyliner, karena dapat menimbulkan kondisi lembab pada daerah kemaluan dan dapat memudahkan pertumbuhan bakteri maupun jamur. Anda dapat membaca lebih lengkap mengenai "Cara Merawat Kebersihan Organ Intim Wanita"

    Siska Wurii  Siska Wurii
    Anggota

    Alhamdulilah gatal dan keputihan sudah hilang dok Tapi kenapa ya pas abis behubungan sama suami Vagina terasa perih seperti ada yang robek di bagian vagina bawah tapi tidak berdarah dok Dan akir-akir terasa vagina seperti kering ? Apa karna udah nggak keputihan lagi ya dok ?

    Siska Wurii  Bintang AR
    Anggota

    dok … saya wanita berusia 22th saya sudah menikah sekitar 1 tahun yg lalu . saya biasa haid normal 27-33 . pada bulan februari saya haid tgl 14 dan maret saya haid tgl 18 . tapi pada saat tanggal 2 april tepatnya 10 hari setelah selesai haid ada keluar darah lagi seperti flek tidak banyak darahnya … tp membuat perut dan pinggang saya nyeri … fleknya berlangsung sampai hari ini sudah seminggu lebih . saya sakit apa ya dok ? dan saya tidak sedang hamil karna terakhir saya berhub dengan suami bulan januari karna suami saya tugas diluar kota . tolong saya dok ....