Tanya Dokter

  • Apakah keputihan dapat menular dari penggunaan CD bersamaan?

  •  Natnat
    Anggota
    Selamat siang dok. Saya ingin bertanya. Pertama saya sama adik saya kan untuk masalah pakaian dalam slalu bersamaan. Kalau keputihan itu bisa menular tidak dok ? Adik saya keputihan tiap hari dan skarang saya ikut ikutan jadi keputihan terus juga ? Warna keputihannya putih biasa, kadang kalau terlalu banyak aktifitas terkadang mengental tapi kalau sudah kering jadi berwarna kuning dan bau nya tidak sedap. Keputihan bisa menular tidak dari celana dalam yg bersamaan dok ? Dan kedua. Saya slalu tandain stiap haid. Slalu tepat pada tanggal nya. Tapi baru kali ini bisa lewat lama. Dan kayaknya ini masuk bulan ketiga saya tidak haid. Apa itu ada hubungannya sama keputihan saya itu ? Dan masalahnya adik saya sering mabuk ngerokok dan mungkin berhubungan seksual di luaran. Apa ada hubungannya dengan yg saya alami karna faktor pakaian dalam yg bersamaan dok ? Mohon penjelasannya ya dok. Terimakasih sebelumnya
    Natnat  dr. Irvandi
    Dokter

    Halo Natnat,

     

    Keputihan merupakan salah satu keluhan yang sering dikeluhkan oleh para wanita sehingga sebelumnya perlud diketahui bahwa semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Keputihan yang normal bercirikan tidak berwarna tidak berbau dan tidak menimbulkan keluhan seperti gatal atau nyeri pada area kewanitaan atau menimbulkan gangguan menstruasi. Keputihan yang normal muncul karena adanya perubahan pada aktivitas hormonal seperti yang terjadi pada menjelang menstruasi atau kehamilan.

     

    Dengan menggunakan celana dalam bersama tentu dapat meningkatkan risiko untuk tertular keputihan terutama apabila tidak dicuci dengan bersih. Beberapa penyebab dari keputihan diantaranya gonorhea, candidiasis, trichomoniasis, chalmydiasis atau kanker serviks.

     

    Perlu juga bahwa menstruasi normal berlangsung antara 21 sampai dengan 35 hari. Keterlambatan pada menstruasi apabila tidak kunjung terjadi menstruasi hingga melebihi 35 hari semenjak hari pertama haid terakhir dan beberapa faktor penyebab gangguan siklus menstruasi diantaranya stress yang berlebihan, kehamilan, PCOS (Policystic Ovarii Syndrome), penurunan berat badan yang berlebihan atau gangguan hormon tiroid.

     

    Beberapa anjuran yang dapat anda lakukan diantaranya tidak menggunakan barang-barang milik pribadi secara bersama-sama, mencuci bersih pakaian dalam dan mengganti pakaian dalam setidaknya 2 kali dalam sehari. Menghindari penggunaan sabun cuci khusus area kewanitaan dan mencuci area kewanitaan dengan sabun yang lembut setiap setelah berkemih atau berhubungan intim. Hindari perilaku seks berisiko, merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol.

     

     

    Pada terjadinya keputihan yang disertai dengan gangguan pada siklus menstruasi sebaiknya lakukanlah pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan pemeriksaan fisik ataupun pemeriksaan tambahan apabila diperlukan seperti pemeriksaan USG, pemeriksaan darah atau pemeriksaan lendir vagina untuk mengetahui penyebab dari keputihan yang anda alami.

     

    Semoga informasi ini bermanfaat.

     

    Salam,

     

    dr. Irvandi