Tanya Dokter

  • Keputihan disertai darah diluar masa menstruasi

  • Hallo dok . Saya baru menikah 2 bulan ini . Sblm menikah saya suka keputihan kdang suka disertai cairan bening campur drah tpi itu klo udh mendekati msa haid . Stelah menikah 2 bln saya ga prnh mncul keputihan lagi tapi wktu kmrin saya sakit batuk sama dokter dikasi obat trus ada obt antiboitik nya udh smbuh obt nga udh ampir hbis sya keputihan cairan nya bening dan kdang ada wrna keputih lutihan kyak susu udh 2 hri keputihan saya hubungn sex sma suami saya gada yg sakit saat brhubungn dok cmn stelah bres bersih2 2 jam kmudian muncul drah di clna dlm sya trs kyk lendir tapi darah kira2 knpa ya dok ? Pdhal smnggu sblm nya sya bres haid .
    Dessy Oktaviany  dr. Irvandi
    Dokter

    Halo Dessy Oktaviany,

     

    Setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan. Keputihan merupakan keluarnya lendir dari organ kewanitaan yang tidak berbau, tidak berbuih, tidak memiliki warna, namun apabila pada keputihan terjadi perubahan warna, menjadi berbau atau menyebabkan keluhan seperti gatal, nyeri pada area kewanitaan atau perut atau disertai dengan darah yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi maka terjadi keputihan yang tidak normal.

     

    Beberapa kemungkinan penyebab dari keputihan yang tidak normal diantaranya :

     

    • Infeksi jamur candida (Candidiasis)
      • Merupakan infeksi jamur yang paling sering menyebabkan keputihan. Keputihan akibat infeksi jamur candida biasanya berwarna putih kental seperti susu disertai dengan rasa gatal dan perih di sekitar vagina.
    • Infeksi gonorhea 
      • Pada infeksi disebabkan karena bakteri Gonorhea, biasanya ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih, atau kekuningan dari vagina yang disertai nyeri saat berkemih. Wanita dengan infeksi gonorhea juga dapat memberikan keluhan berupa demam, menstruasi berlebih, pendarahan setelah melakukan hubungan intim, dan nyeri pada perut bagian bawah.
    • Infeksi trikomonas (Trikomoniasis)
      • Pada wanita, infeksi trikomonas biasanya memberikan keluhan berupa nyeri pada perut bagian bawah, rasa tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual atau berkemih, keputihan berwarna hijau disertai dengan bau amis. Terkadang bisa timbul rasa gatal di daerah kewanitaan dan paha bagian dalam.
    • Infeksi klamidia (Chlamydiasis)
      • Pada infeksi bakteri Chlamydia, gejala yang dapat timbul seperti keluarnya cairan dari vagina yang berbau, perih dan nyeri saat berkemih, menstruasi yang berlebih, nyeri saat melakukan hubungan seksual, nyeri perut bagian bawah, pendarahan di luar siklus menstruasi.
    • Kanker leher rahim
      • Kanker leher rahim memberikan gejala adanya gangguan keputihan yang disebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Pada tanda-tanda kanker leher rahim, perlu diwaspadai jika terdapat keputihan yang mengandung darah.

     

    Pada munculnya keputihan yang berwarna seperti susu dan disertai dengan bercak darah sebaiknya anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter spesialis kandungan untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang seperti USG, pemeriksaan darah, atau pemeriksaan lendir dari vagina untuk mengetahui penyebab dari keputihan yang anda alami dan diberikan pengobatan untuk mengatasi keluhan keputihan yang terjadi.

     

    Selain itu beberapa tips yang dapat dilakukan pada kondisi keputihan diantaranya anda juga menghindari penggunaan dari sabun khusus area kewanitaan dan hindari penggunaan celana dalam yang terlalu sempit sehingga menyebabkan area kewanitaan menjadi lembab dan rentan untuk terjadi infeksi. Untuk membersihkan area kewanitaan, disarankan untuk menggunakan air yang bersih dan sabun yang lembut. Bersihkan area kewanitaan setiap sehabis berkemih dan setiap setelah melakukan hubungan intim lalu bersihkan sampai benar-benar kering.

     

    Semoga informasi ini bermanfaat.

     

    Salam,

     

    dr. Irvandi