Tanya Dokter

  • keputihan, telat bulanan, tapi testpack negative

  • Malem dok.. saya mau tanya, ini mengenai saudara saya.. istri beliau mengalami keputihan yg tidak berbau, bening, tidak gatal, namun volumenya banyak akhir" ini. Belum mdapatkan menstruasi 2 bulan kemarin. Namun tidakterjadi tanda kehamilan. Hasil berulang kali menggunakan tespek hasil pun negatif. Istri beliau suka donordarah. Apakah iya, ketika dia sudah donor itu berarti darah kotornya sudah keluar dan dia tidak mengalami mens? Mohon jawabannya. Terima kasih..

    Halo, Keputihan adalah hal yang normal yang terjadi pada semua wanita. Keputihan terjadi karena keluarnya cairan dari kelenjar di dalam vagina, fungsi utamanya adalah membawa sel mati dan bakteri ke luar vagina, sehingga vagina tetap bersih dan terbebas infeksi. Keputihan yang normal biasanya sesuai dengan siklus menstruasi. Keputihan yang tidak berbau, berwarna, atau menimbulkan gatal masih dianggap normal. Ketika keputihan sudah berubah warna biasa kehijauan, coklat atau abu-abu, dan berbau tajam harus dicurigai sebagai infeksi yang lebih serius dan dilakukan penanganan medis. Siklus menstruasi yang normal adalah sekitar setiap 27-35 hari. Bila selama 2 bulan tidak terjadi menstruasi, maka kita sebut sebagai suatu kondisi amenorhae. Hal yang normal adalah bila terjadi kehamilan atau karena menopause. Tetapi bila sudah dilakukan pemeriksaan, kita bisa mencurigai hal tersebut disebabkan oleh beberapa keadaan berikut:

    • perubahan gaya hidup: diet berlebihan, penurunan berat badan, stress
    • kelainan hormonal: sindrom polikistik ovarii, kelainan tiroid, tumor hipofisis, menopause prematur
    • kelainan struktural organ kandungan
    Untuk mengetahui penyebabnya memang harus dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap. Sebaiknya kondisi ini diperiksakan ke dokter kebidanan dan kandungan untuk kemungkinan pemeriksaan darah dan USG perut. Menstruasi terjadi bukan semata-mata untuk mengeluarkan darah kotor. Menstruasi terjadi karena telur yang tertanam di dinding rahim saat masa subur tidak dibuahi, kemudian sesuai dengan menurunnya kadar estrogen, dinding rahim akan meluruh. Hal ini mengakibatkan terjadinya perdarahan yang muncul sebagai menstruasi. Dari pernyataan tersebut kita mengetahui bahwa kebiasaan mendonorkan darah tidak berpengaruh pada siklus menstruasi. Siklus menstruasi terutama dipengaruhi oleh hormon dan struktur anatomi organ kandungan wanita. Jumlah darah yang didonorkan biasanya sekitar 250 ml, cukup sedikit bila dibandingkan dengan jumlah darah di seluruh tubuh yang rata-rata adalah 4-5 liter. Darah yang keluar pun akan dibentuk lagi oleh tubuh dalam keadaan normal. Semoga membantu, terimakasih