Tanya Dokter

  • keputihan yang berlebihan di vagina

  •  Haniyah Faid
    Anggota

    Aladokter saya mau tanya? saya seorang ibu rumah tangga,yg mempunyai suami,yg punya anak 1 .kenapa? ya klo saya berhubungan dgn suami,slalu kluar keputihan yg berlebihan,itu bahaya engaak! Bagaimana cara mengatasinya,trimakasich ya dok??????

    Hai,   Pada dasarnya vagina normal bisa mengeluarkan cairan pada kondisi tertentu seperti masa ovulasi / subur, menjelang haid, dan saat sedang terangsang secara seksual serta saat orgasme. Jadi pengeluaran cairan vagina yang lebih banyak saat berhubungan intim adalah hal yang normal terjadi. Namun cairan vagina yang keluar harus memiliki syarat tidak berbau, tidak menimbulkan keluhan seperti nyeri, gatal dll serta biasanya tidak berwarna alias jernih. Jika cairan vagina yang keluar mengalami perubahan dari syarat diatas maka sebaiknya Anda berkonsultasi langsung ke dokter terdekat / dokter kandungan. Dokter akan memeriksa Anda dengan seksama dan juga melakukan pemeriksaan lain seperti tes lendir vagina yang keluar dan tes darah/ urin. Baca artikel lengkap Tanda cairan vagina yang abnormal di SINI. Keluarnya lendir abnormal (Keputihan) biasa disebabkan terjadinya Infeksi pada organ intim Anda. Penyebab infeksi ini bisa disebabkan oleh :

    1. Jamur = lendir biasanya putih seperti susu dan gatal sekali.
    2. Trikomonas = lendir putih kuning / kehijauan disertai bau menyengat.
    3. Vaginosis bakterial
    4. Gonore = lendir putih kekuningan disertai nyeri saat BAK.
    5. Chlamidia
    6. Dll
    Penanganan keputihan ini akan disesuaikan dengan kondisi penyebab keluhan Anda. Untuk mengurangi keputihan, Anda bisa melakukan beberapa cara dibawah ini yaitu :
    1. Bersihkan organ intim Anda dengan air hangat dan produk sabun yang ringan.
    2. Lap kering organ intim Anda paska BAK dan BAB
    3. Bersihkan organ intim Anda searah dari arah depan ke belakang.
    4. Hindari panty liner
    5. Hindari produk pembersih kewanitaan berlebih.
    6. Ganti pembalut jika terasa becek.
    7. Gunakan pembalut yang tidak membuat Anda alergi.
    8. Gunakan celana dalam longgar dari bahan katun
    9. Ganti celana dalam Anda jika basah.
    10. Gunakan celana longgar yang tidak mengiritasi organ intim Anda.
    Semoga membantu.     Dr. Yusi