Tanya Dokter

  • kerusakan otak akibat pornografi

  •  Amaramalam
    Anggota

    Halo dok, saya adalah remaja yang kecanduan akan pornografi, dan saya merasa ada banyak penurunan dari cara berfikir dan penyerapan materi pembelajaran saya, saya ingin tahu bagaimana kondisi otak saya dan apa yang sebaiknya saya lakukan untuk menjauhi kecanduan saya ini? terima kasih

    Hai Amaramalam,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Kebiasaan menonton porno menurut beberapa penelitian memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu di antaranya adalah menyebabkan atrofi (penciutan) pada otak bagian depan. Atrofi ini terjadi karena stimulasi otak oleh erotoksin secara terus menerus saat menonton porno, di antaranya yakni dopamin, epinefrin, oksitosin, serotonin, enkefalin, dan sebagainya. Kondisi ini akan menyebabkan seseorang mengalami berbagai gejala yang disebut dengan frontal lobe syndrome, yakni:

    • Perilaku impulsif (sikap yang tidak didukung alasan yang kuat dan bersifat irasional)
    • Perilaku kompulsif (perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan akan suatu hal yang tidak masuk akal, tidak dapat ditahan dan dicegah)
    • Emosi yang tidak seimbang
    • Tidak mampu membuat keputusan yang bijak
    • Gangguan fokus dan konsentrasi

    Hal inilah yang kemungkinan menyebabkan kesulitan Anda dalam menyerap materi pembelajaran. Selain atrofi otak, menonton porno bisa juga menyebabkan berbagai dampak negatif lainnya, misalnya:

    • Disfungsi seksual
    • Lemas, mudah lelah
    • Rambut rontok
    • Gangguan psikologis, misalnya merasa malu dan minder jika kebiasaannya diketahui orang lain

    Untuk mencegah efek berlanjut, langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menghentikan kebiasaan menonton porno. Caranya, Anda bisa lakukan seperti tips berikut:

    • Sadari bahwa perilaku yang Anda lakukan termasuk perilaku yang menyimpang, tidak sehat, dan memalukan
    • Alihkan hasrat seksual Anda dengan melakukan aktifitas lain yang lebih bermanfaat, seperti olahraga, bekerja, bersosialisasi
    • Perbaiki kualitas ibadah Anda 
    • Mintalah dukungan keluarga dan orang terdekat Anda

    Namun, jika langkah di atas tidak berhasil, Anda sebaiknya memeriksakan diri secara langsung ke dokter spesialis kejiwaan (psikiater) ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah