Tanya Dokter

  • Dampak buruk sering masturbasi

  •  Dina12
    Anggota
    Saya ingin bertanya,jika saya melihat pria yang gagah dan perkasa saya suka terangsang sendiri,dan saya suka meremas payudara mendesah sampai mastrubasi dengan jari saya sendiri apakah itu boleh?

    Hai Dina,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Tarangsang secara seksual saat melihat lawan jenis merupakan hal yang lumrah. Yang menjadikannya menyimpang adalah bagaimana cara pelampiasannya. Selama hasrat seksual tersebut disalurkan dengan cara yang benar, maka kondisi ini belum tentu merupakan suatu kelainan. Namun, jika dilampiaskan ke aktifitas seksual yang menyimpang, misalnya masturbasi berlebihan atau bahkan seks bebas, maka hal ini tentu bisa merugikan, tidak hanya bagi diri Anda, namun juga bagi orang lain di sekitar Anda.

    Masturbasi, merupakan tindakan merangsang diri sendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Caranya bisa dengan menstimulasi organ-organ yang sensitif, misalnya payudara dan juga kelamin. Apabila dilakukan secara berlebihan, masturbasi bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, di antaranya yakni:

    • Iritasi, misalnya:
      • Luka di kulit payudara, seperti akibat remasan yang terlalu kuat
      • Luka di organ kelamin, seperti robekan selaput dara
    • Infeksi, misalnya infeksi kulit payudara, infeksi kulit kelamin
    • Atrofi (penyusutan) otak depan, sehingga menyebabkan:
      • Kesulitan dalam berkonsentrasi
      • Penurunan daya ingat
      • Ketidakmampuan berpikir bijak
      • Perilaku impulsif, dan sebagainya

    Karenanya, sebaiknya, hindari kebiasaan tersebut ya.. Untuk mengendalikan hasrat seksual yang berlebihan, Anda bisa lakukan tips berikut:

    • Jauhi segala hal yang berbau seksual, misalnya menonton porno
    • Sibukkan diri Anda dengan kegiatan yang positif, misalnya bekerja, belajar, beribadah, berolahraga, melakukan hobi
    • Bergaullah dengan orang yang membawa perubahan positif dalam diri Anda
    • Berpuasa
    • Menikahlah

    Apabila Anda mengalami kesulitan, cobalah berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kejiwaan (psikiater).

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah