Tanya Dokter

  • Kesterilan jarum suntik

  •  Jonson
    Anggota

    Dok, saya mau tanya, untuk jarum suntik yang digunakan untuk mengambil darah di lab rumah sakit ( jarum yang ada spuitnya) apakah sudah pasti steril (baru)? Apakah benar jarum suntik bekas mengambil darah sangat sulit dibersihkan karena pasti ada bekas darah yg tersisa di jarum maupun spuit nya? Beberapa waktu yang lalu saya menjalani sebuah tes darah di sebuah rumah sakit pemerintah, dan pada waktu tes darah jarumnya tidak dibungkus dengan kemasan (plastik), hanya langsung diambil dari atas meja. Beberapa minggu setelahnya sy mengalami gejala flu dan demam. Sy merasa sangat khawatir karena ingat dengan jarum suntik tersebut (takutnya tidak steril, dan telah terjadi infeksi). Apakah hal itu mungkin terjadi? Terima kasih ya dok.

    Selamat Malam, Standard Operating Procedure atau SOP di Rumah Sakit, Klinik serta Laboratorium tentu saja mengharuskan pemakaian jarum steril untuk kegiatan menyuntik maupun pengambilan darah pasien. Namun saya tidak dapat memberikan komentar mengenai apakah jarum suntik yang digunakan untuk mengambil darah Anda merupakan jarum suntik yang steril atau tidak karena saya tidak melihat secara langsung jarum yang digunakan tersebut. Jarum suntik ada yang dapat digunakan kembali (reusable) dan ada yang sekali pakai (disposable). Meskipun pada kenyataannya jarum suntik yang digunakan kembali (setelah disterilkan) sudah jarang/hampir tidak pernah digunakan. Begitu pula dengan jarum suntik untuk pengambilan darah terdapat berbagai merk dan tipe (ada jarum suntik yang dapat langsung dihubungkan dengan tabung untuk menyimpan sampel darah). Ada pula jarum suntik yang memang menggunakan segel/seal dan bukan kemasan plastik. Oleh karena itu tidak ada salahnya jika Anda menanyakan secara langsung kepada petugas laboratorium perihal kesterilan jarum yang akan digunakan sebelum dilakukan tindakan mengambil darah atau menyuntikkan obat apabila Anda merasa ragu. Bila perlu Anda dapat meminta petugas memperlihatkan segel ataupun kemasan plastik pembungkus jarum untuk memastikannya.   Salam, dr.Debby Phanggestu

    Jonson  Jonson
    Anggota

    Terima kasih banyak atas jawabannya dok. Jarum suntik yang digunakan waktu itu adalah jarum suntik yang dilengkapi dengan spuit (semprit). Mungkin sekitar 10cc atau 20cc. Namun saya kurang tahu pasti apakah jarumnya dapat dilepas dari spuitnya, karena setelah pengambilan darah langsung dipindahkan ke tabung dengan posisi jarum yg masih melekat. Saya sempat menghubungi pihak lab rumah sakit beberapa minggu kemudian untuk memastikan tentang jarum suntik yg mereka gunakan, jawabannya adalah jarum suntik sekali pakai, dan menurut mereka itu tidak digunakan secara berulang. Yg menjadi pertanyaan saya : 1. Apakah ada kemungkinan jarum suntik seperti itu digunakan secara berulang dalam proses pengambilan darah pasien? Apakah memang bisa dicuci lagi? Karena jarum yg saya lihat tidak ada bekas darahnya. Memang tidak disegel atau dalam kemasan, namun masih dilengkapi dengan cap warna hijau. 2. Apakah ada kemungkinan untuk terinfeksi virus seperti hiv atau hepatitis dari proses pengambilan darah dengan jarum suntik bekas? 3. Berapa lama virus hiv atau hepatitis dapat bertahan apabila jarum suntik teesebut telah dicuci dengan menggunakan air bersih dan dikeringkan? Apakah virusnya akan mati juga? 4. Gejala yg saya rasakan adalah : muncul 2 sariawan setelah 2 minggu pengambilan darah tersebut, kemudian pada minggu ketiga diikuti dg sakit kepala, dan setelah sakit kepala sembuh lalu mengalami demam, pilek, batuk kering, sakit tulang leher bagian belakang, namun tidak ada pembengkakan kelenjar getah bening, diare, mual, dan muntah. Apakah gejala saya itu hanya flu biasa atau gejala awal hiv? Mohon tanggapannya ya dok, saya merasa sangat takut dan kuatir kalau sudah terinfeksi oleh virus. Terima kasih banyak.