Tanya Dokter

  • ketuban pecah duluan pada kehamilan kembar

  •  Mimie
    Anggota
    Dok , saya baru 2 minggu kemarin melahirkan bayi prematur di usia 25w karena ketuban pecah dini , dari keterangan yg saya baca sebelumnya bahwa pada usia kandungan kurang dari 34w tidak diperkenankan di lahirkan akan tetapi di pertahankan dan janin di beri penguat . Sedangkan saya kemarin di suruh melahirkan dengan induksi 1 kali . Apa sudah benar penanganannya seperti itu ?? Anak saya lahir dengan berat rendah . Yg 1 =4.2 ons ,dan yg 1=5.5 ons .

    Halo, Mimie. Normalnya ketuban pecah pada saat proses pembukaan lengkap pada proses persalinan. Ketuban pecah dini adalah ketuban pecah lebih awal sebelum usia kehamilan 37 minggu, sebelum pembukaan mulut rahim 4 cm, atau sebelum ada tanda-tanda persalinan. Penyebab KPD (keluar air Ketuban Pecah Dini) belum pasti, tapi dapat disebabkan oleh infeksi (sampai 65%). Misalnya, infeksi kuman, terutama infeksi bakteri, yang dapat menyebabkan selaput ketuban menjadi tipis, lemah dan mudah pecah. Selain itu, beberapa faktor risiko Ketuban Pecah Dini adalah :

    • kehamilan kembar, 
    • ada riwayat persalinan kurang bulan sebelumnya,
    • hubungan seksual yang kebersihannya tidak dijaga,
    • perdarahan lewat jalan lahir, 
    • pH (tingkat keasaman) vagina di atas 4,5, 
    • selaput ketuban tipis kurang dari 39 mm, 
    • kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi, misalnya pada ibuhamil yang stres, higiene yang kurang baik, misalnya keputihan dan infeksi vagina, 
    • jumlah cairan ketuban sangat banyak (hidroamnion), 
    • kelainan mulut rahim seperti inkompeten serviks
    • Trauma, akibat kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh, dan sebagainya
    • Rahim dan kantung ketuban yang terlalu melar. Hal tersebut diakibatkan oleh jumlah janin dalam kandungan lebih dari satu atau volume cairan ketuban yang terlalu banyak.
    • Stres atau merokok selama masa kehamilan.
    • Menjalani operasi atau biopsi serviks.
    • Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

    Ketuban pecah dini terjadi pada 5%-14% dari seluruh kehamilan. Penanganan ketuban pecah dini sangat tergantung pada kondisi ibu dan kehamilannya, termasuk janin dan cairan ketuban.

    • Jika jumlah cairan ketubannya masih cukup, maka dokter akan “menahan” agar janin tetap berada dalam rahim. Anda akan diberi obat-obatan untuk mematangkan paru-paru janin (steroid) dan antibiotik untuk mencegah infeksi. Anda juga diharuskan beristirahat total. Selama penanganan ini biasanya selaput ketuban yang terbuka akan menutup sendiri, dan cairan ketuban akan terus dibentuk. Waktu pengakhiran kehamilan sangat tergantung pada ada tidaknya infeksi serta kondisi kesehatan janin itu sendiri.
    • Jika cairan ketuban habis sama sekali, biasanya dokter akan segera mengeluarkan bayi lewat jalan operasi. Air yang ketuban yang habis sangat berbahaya bagi janin, karena ketuban merupakan tempat hidup bayi sehingga akan mempengaruhi janin. Jika janin masih terlalu kecil, kelahiran ini akan berisiko tinggi, antara lain karena paru-parunya belum matang, sehingga dia belum mampu untuk bernapas secara normal di luar rahim. Biasanya harus disediakan ruang rawatan NICU atau ruang rawatan khusus bayi baru lahir agar mendapatkan perawatan dengan semestinya. 

    Yang dapat Anda lakukan sekarang adalah fokus kepada perawatan bayi Anda. Agar pertumbuhan dan perkembangannya baik. Tidak lupa pula Anda menjaga kesehatan paska melahirkan agar bisa merawat bayi dan cepat pemulihan setelah melahirkan. Untuk perkembangan bayi Anda, dapat ditanyakan kepada dokter yang merawatnya. 

    Semoga bermanfaat

    dr. Eni Yulvia S