Tanya Dokter

  • Dampak khitan tidak sempurna

  •  Iecha Sasiee
    Anggota
    Hallo dokterr.., Mau tanya sayakan tidur dgn adik saya yg umur 19tahun, ketika malam dia tidak pernah memakai cd dan dia juga sudah khitan tetapi kok kayaknya kurang sempurna kulitnya agak miring dan nutupin kepala penis, apa perlu khitan ulang?,kasian juga anaknya klo khitan ulang Dan juga klo maaf berdiri itu saya liat bengkong ke kiri kira” gmna mengembalikannya klo bengkong?

    Halo Iecha, terima kasih untuk pertanyaannya.

    Sebagai informasi sebelumnya, khitan atau sirkumsisi merupakan pelepasan kulit yang menyelubungi ujung penis (kulup). Khitan memiliki manfaat bagi kesehatan, yakni dengan membantu menjaga kebersihan penis. Tindakan sirkumsisi/khitan memang sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang berkompetensi untuk melakukan tindakan tersebut karena hasil sirkumsisi sangat bergantung pada kemampuan (skill) dari orang yang melakukan tindakan. Beberapa kemungkinan komplikasi sirkumsisi, diantaranya:

    • Komplikasi segera, seperti perdarahan, nyeri, pemotongan/pembuangan kulup yang tidak adekuat, dan infeksi pada luka operasi
    • Komplikasi yang terjadi lebih lambat, seperti adanya kista epidermal, terbentuk traktus sinus pada jahitan, pembuangan kulit yang tidak adekuat menyebabkan kulup berlebihan, adhesi (perlekatan) penis, fimosis, penis terkubur, fistula uterokutan, dan chordee  

     

    Pada adik Anda, mungkin sudah terjadi komplikasi lambat, dimana pembuangan kulit yang tidak adekuat sehingga masih terdapat kulup yang menutup. Kelengkungan penis (sedikit ke kanan/kiri) bisa merupakan hal yang normal jika tidak ada keluhan sejak lahir. Namun, pada kasus setelah sirkumsisi, chordee bisa terjadi. Chordee adalah kondisi dimana kepala penis melengkung ke atas/ke bawah dan menyebabkan penis melengkung terutama saat ereksi.

    Untuk memastikan kondisi adik Anda (apakah perlu disirkumsisi lagi/tidak) diperlukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Oleh karena itu, disarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk penanganan lebih lanjut.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Sonia L