Tanya Dokter

  • Kemungkinan kambuh pada kista bartholini

  •  Fist Love
    Anggota
    Selamat pagi dok....saya niena umur saya 27 tahun..... Singkat cerita dok kemarin setelah saya berhubungan suami istri bangun pagi di vagina saya ada benjolan sebelah sakit buat jalan atau duduk setelah saya ke doctor doctor saran kan saya kompres dgn air hangat Dan doctor memberi antibiotics ...... Hari ketiga saya demam tinggi....menggigil .... Saya minum paracetamol ..... Pagi hari saya bangun badan saya Terasa ringan Dan alhamdulilah kista saya mengecil...... Yg saya ingin Tanya kan dok apa ada kemungkinan kambuh lagi jika kista saya tidak di operasi dok..... Terima kasih dok

    Terima kasih telah bertanya di Alodokter.com

    Kelenjar bartholin merupakan kelenjar yang terdapat pada kedua sisi bibir vagina dan berfungsi untuk pelumas saat beerhubungan seksual. Jika saluran tempat pengeluaran kelebihan cairan pelumas tsb tersumbat maka akan menimbulkan kista. Penyebab tersumbatnya kelenjar bartholin biasanya dipicu oleh beberapa faktor seperti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang, ataupun peradangan. Penanganan kista bartholin berbeda tergantung keparahannya. Jika termasuk berat atau ukurannya besar dan membuat penderita tidak nyaman atau terjadi infeksi, maka diperlukan penanganan khusus seperti obat, pengeluaran abses, dan pengangkatan kista. Jika kista termasuk ringan maka tidak memerlukan prosedur spesifik. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan duduk berendam air hangat. akukan beberapa kali sehari selama beberapa empat hari hingga kista pecah dan cairan keluar. Handuk hangat juga bisa digunakan untuk mengompres area di mana kista terletak. Untuk memastikan penanganan yang benar, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter. Disarankan agar Anda memeriksakan diri ke dokter umum. Kista dapat berulang jika tidak dicegah dan penanganan yang diberikan tidak tepat. Pencegahannya adalah dengan memulai kebiasaan menjaga kebersihan area sekitar alat kelamin dengan baik. Terutama penggunaan kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari infeksi kista Bartholin dan penyakit infeksi menular seksual lainnya.

    Semoga bermanfaat, dr.Previyanti