Tanya Dokter

  • Bahaya kista terhadap kehamilan

  •  Adhy Pedrossa
    Anggota

    Malam dok . Di perut istri sy ada kista yg sdah brukuran brdiameter 9.58 cm nmun istri sy sjak kista ny msh brkuran kcil memang sdh lepas kb. pd saat ini d kista yg berukuran 9.58cm,malah istri sy tengah hamil msk 6 mnggu. Bahaya kah jka seseorang hamil sdgkan kista nya sdh berukuran besar?? Mhon jwbn nya dok. Terimakasih

    Hai Adhy Pedrossa, Terimakasih telah bertanya ke Alodokter. Kista adalah sebutan untuk kantung kecil yang berisi cairan. Kista yang terbentuk pasa wanita hamil disebut sebagai kista lutein (luteal cyst). Kista ini terbentuk dari korpus luteum yang ditinggalkan oleh sel telur yang telah berovulasi (keluar dari ovarium dan dibuahi oleh sperma). Korpus ini bisa membesar dan terisi cairan karena pengaruh hormon beta hCG (human chorionic gonadotropin). Kista yang muncul saat hamil bisa dibedakan menjadi 2, yakni:

    • Kista fisiologis (normal)
    • Kista patologis (tidak normal)
    Kista yang fisiologis adalah jenis kista yang tidak berbahaya. Diameternya umumnya kurang dari 5 cm dan akan menyusut lalu menghilang sebelum usia kehamilan 10-15 minggu Sedangkan, kista yang patologis adalah kista yang berpotensi menyebabkan gangguan kehamilan. Diameternya bisa lebih dari 5 cm dan akan terus membesar. Jika mengalami torsi (terpelintir) dan pecah, maka kista ini bisa memunculkan gejala seperti nyeri perut hebat, mual muntah, dan demam. Pada kondisi yang lebih lanjut, kista ini bisa menyebabkan keguguran (abortus), kelainan letak janin, atau menghalangi turunnya kepala janin saat persalinan. Melihat ukuran kista istri Anda yang sudah cukup besar, sebaiknya Anda periksakan segera istri Anda ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi ya.. Dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk menilai jenis kista tersebut. Jika dianggap bahwa kista tersebut berpotensi menyebabkan gangguan kehamilan, maka dokter mungkin akan menganjurkan pengangkatan kista dengan cara operasi. Sebagai langkah awal, sebaiknya lakukan tips berikut:
    • Istirahat yang cukup 7-8 jam sehari
    • Perbanyak minum air putih 8-10 gelas perhari
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak antioksidan (sayur dan buah-buahan). Batasi makanan berlemak, berpengawet, makanan instan.
    • Lakukan kontrol kehamilan secara rutin ke dokter spesialis obstetri dan ginekologi
    Semoga membantu ya.. dr. Nadia Nurotul Fuadah