Tanya Dokter

  • diare pada bayi dengan feses yang kehijauan

  • Halo, dokter, Putri saya (saat ini 6 bulan 15 hari), bulan lalu terkena diare, fesesnya berwarna kehijauan dan cair, frekuensi BAB maksimal 5x sehari (sebelumnya berbentuk pasta keemasan dan beraroma asam). Sudah ke dokter anak dan diberi antibiotik (cefixime) dan probiotik (interlac). Dalam 5 hari, warna feses berubah kembali kuning, namun konsistensi masih cair. Kembali ke dokter, antibiotik diganti dengan Flagyl. 5 hari pemberian obat masih cair, saya ke dokter lain dan diberi antibiotik lagi yaitu Bactrim

    Saya tidak membawa anak saya ke dokter lagi setelah pemberian Bactrim, namun konsistensi fesesnya tidak kembali seperti semula (pasta berwarna golden), tapi tetap cair berwarna kuning (dengan butiran2 serat makanan MPASInya) dan berbau asam. Frekuensi BAB-nya maksimal 2-4x perhari.

    Sebagai informasi, anak saya tetap aktif, tidak ada ciri dehidrasi dan berat badan naik.

    Yang jadi pertanyaan saya, apakah anak saya sudah sembuh walaupun pupnya masih cair? Ataukah saya masih perlu ke dokter lagi?

    Hai, Definisi diare ialah keluarnya cairan tubuh secara berlebihan melalui tinja. Seorang anak dikatakan mengalami diare apabila ia mengeluarkan cairan lebih dari 10 ml/kg/hari pada bayi (< 1 tahun), atau lebih dari 200 gram/24 jam pada anak yang lebih besar. Tidak ada batasan khusus apakah konsistensi tinja harus sedemikian cair; sepanjang ia mengeluarkan BAB dengan volume yang banyak, anak tersebut dapat dianggap mengalami diare dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Diare juga dapat berlangsung lebih dari 14 hari, dan dikatakan sebagai diare kronis. Penyebab diare kronis dapat berupa gangguan penyerapan makanan, infeksi parasit, alergi, hingga akibat infeksi HIV. Butiran serat makanan yang terdapat pada tinja anak biasanya menandakan kurang halusnya pengunyahan makanan di mulut. Hal ini tidak menandakan masalah penyerapan makanan (yi. di usus), karena fungsi pelumatan pada saluran cerna dilaksanakan oleh gigi-geligi, bukan usus. Konsistensi tinja yang cair sering menandakan masalah penyerapan di usus, baik di usus halus maupun usus besar. Karena fungsi penyerapan makanan utamanya ialah di usus halus, infeksi virus (terutama rotavirus pada anak-anak) yang mengakibatkan kerusakan sel-sel usus halus cenderung menghasilkan diare dengan volume yang banyak, sedangkan gangguan penyerapan cairan di usus besar cenderung menghasilkan diare dengan volume yang lebih sedikit. Jika Anda merasa ragu untuk menghitung jumlah cairan yang keluar melalui tinja bayi, atau memang betul terdapat kelebihan pengeluaran cairan, Anda sebaiknya periksakan bayi ke Dokter / Spesialis Anak untuk penanganan lebih lanjut. Mungkin diperlukan pemeriksaan tinja untuk menunjang diagnosis. Baca juga tips mengatasi diare pada bayi. Sekian, semoga bermanfaat. dr. Radius Kusuma