Tanya Dokter

  • penyebab dan mengatasi skizofrenia paranoid

  •  RAGA W
    Anggota

    Selamat Siang Dokter..

    Saya mau nanya dok, cara terbaik untuk berkomunikasi dengan penderita Skizofrenia Paranoid gimana ya? Dengan kecenderungan paranoidnya itu, apakah ketika saya mengobrol dengan mereka harus mengikuti alur pembicaraan mereka? Atau saya harus membantah mereka, karena dalam hal ini semua hal yang mereka sampaikan itu adalah delusi2 yang muncul dari pikiran mereka saja. Apakah saya harus bilang "Hey, itu cuman sekedar khayalanmu, semua yg kamu pikirkan itu tidak benar!" Seperti itu dok.

    Halo Raga, terima kasih telah mengunjungi Alodokter.

     

    Skizofrenia Paranoid adalah Salah satu dari berbagai macam tipe Skizofrenia. Penderita skizofrenia paranoid merasa seluruh lingkungan atau orang lain sedang menyerang dirinya atau anggota keluarganya, penderita sibuk memikirkan hal-hal yang dapat melindunginya dari musuh tak nyata mereka. Selain itu, gejala yang menonjol adalah halusinasi suara, merasa lebih hebat dan menonjol daripada kenyataannya. Sampai saat ini belum dapat ditemukan penyebab dari Skizofrenia Paranoid, namun diduga dapat disebabkan karena faktor psikologis, stress, trauma, dan disfungsi otak.

     

    Pengobatan skizofrenia paranoid sebaiknya dipantau oleh Dokter spesialis kejiwaan, Dokter akan melakukan terapi perilaku kognitif dengan obat-obatan. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi. Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi penderita:

    1. Pahami gejala skizofrenia dan siapkan diri untuk menghadapi penderita
    2. Dekati penderita sebagaimana menghadapi orang pada umumnya
    3. Berbicara dengan perlahan, tenang, dan jelas karena bisa jadi penderita sudah letih dengan suara-suara bising yang meng"hantui"nya
    4. Rasakan,leburkan, dan dengarkan delusi yang dialami penderita, saringlah apa yang ia bicarakan karena terkadang penderita akan merasa lebih baik jika didengarkan. Apabila penderita merasa bahwa anda akan menyerangnya, hindari kontak mata yang tegas terhadapnya.
    5. Berkomunikasilah dengan santun dan empati. Jangan menggurui. Jangan menyinggung hal-hal yang berbau kehebatan karena akan menambah gejala yang ia alami. 
    6. Bersikaplah empati dan seramah mungkin.
    7. Siapkan langkah-langkah jika kondisi penderita diluar dugaan. Misalnya, saat ia marah, maka jangan ikut marah. Saat ia melakukan penyerangan, segera panggil keluarga untuk membantu menenangkannya.

     

    Terima Kasih, semoga bermanfaat.

    dr. Thoriqotil HM.