Tanya Dokter

  • Tanda-tanda melahirkan

  •  AzzLee ALvaro
    Anggota
    Dok saya sekarang sepertinya sedang mengalami kontraksi palsu. Tiba 2 berasa sakit tapi tiba tiba hilang. Apa kontraksi ini akan bisa cepet melahirkan atau bisa saja berhenti.

    Hai AzzLee,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Saat kehamilan memasuki trimester 3 (di atas 26 minggu), ibu umumnya mulai merasakan kontraksi palsu, atau disebut juga dengan kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini terjadi karena peregangan dinding rahim akibat janin yang semakin membesar. Beda antara kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan adalah, kontraksi palsu dicirikan dengan:

    • Intensitas kontraksi yang ringan
    • Durasi kontraksi yang singkat
    • Frekuensi kontraksi yang jarang dan tidak beraturan
    • Tidak disertai dengan bukaan serviks

    Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, kontraksi umumnya akan lebih sering terjadi, intensitasnya lebih kuat, dan durasinya pun lebih lama. Tidak bisa diketahui berapa lama kontraksi palsu ini berkembang menjadi kontraksi persalinan, karena faktor yang mempengaruhinya ada banyak, di antaranya usia kehamilan, ukuran janin, jumlah janin, jumlah cairan ketuban, posisi janin, dan sebagainya.

    Secara normal, persalinan umumnya akan terjadi setelah kehamilan memasuki usia di atas 36 minggu. Anda sebaiknya memeriksakan diri SEGERA ke dokter spesialis kandungan apabila muncul tanda persalinan seperti berikut:

    • Rasa panas, kencang-kencang, melilit yang terasa mulai dari perut bagian bawah, menjalar ke punggung bawah. Keluhan ini intensitasnya akan semakin kuat, durasinya semakin lama, dan frekuensinya semakin sering.
    • Keluar bercak darah dari jalan lahir
    • Keluar cairan sekonyong-konyong (bagai mengompol) dari jalan lahir

    Sementara belum ditemukan tanda persalinan di atas, Anda bisa mengurangi rasa tidak nyaman akibat kontraksi palsu dengan cara latihan pernapasan, perbanyak istirahat, mulai lakukan senam hamil, dan kompres perut yang nyeri dengan air hangat.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah