Tanya Dokter

  • Kotoran telinga menyumbat pendengaran dan berbau amis

  •  clementine
    Anggota

    Jadi gini dok,
    saya beberapa bulan lalu ,Kuping bagian dalam saya terasa sakit... lalu dibawa
    ke puskesmas, terus dikasi obat, terus sebuh... nah selang beberapa bulan kemudian
    nih telinga bagian kanan (kalah dilihat dari pandangan mata saya) dalemnya terasa sakit lagi (sebelumnya saya korek pake cotton bud) terus ke puskesmas yg sama lagi.. kata dokter disananya bisul dalemnya ,soalnya kl nih kuping ditarik pas itu sakit, jadi bisul katanya, terus saya dapet obat  nih dok, nah terus sembuh lagi, namun nih kuping kanan saya kayak kesumbat cairan, saya coba cek pakai tangan keluar kotoran warna orange tua agak berlendir dan baunya amis banget, kayak bau bangkai ikan laut gitu ,,,, jadi menurut dokter gimana nih telinga saya?

    terima kasih

    Halo clementine, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Nyeri pada telinga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, berikut ini adalah kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan nyeri pada telinga:

    1. Infeksi pada liang telinga luar (otitis eksterna). Otitis eksterna ada 2 jenisnya, otitis eksterna sirkumskripta dan otitis eksterna difus. Pada otitis eksterna sirkumskripta dapat terlihat adanya bisul di liang telinga, sementara pada otitis eksterna difus dapat terlihat pembengkakan di liang telinga hingga liang telinga tampak mengecil.
    2. Infeksi pada telinga tengah (otitis media). Infeksi pada telinga tengah paling sering disebabkan oleh infeksi ataupun peradangan pada saluran nafas. Otitis media bisa bersifat akut dan kronis, dapat pula disertai dengan pecah gendang telinga yang menyebabkan keluarnya cairan seperti nanah dari telinga.
    3. Serumen prop, yaitu kumpulan kotoran telinga yang membatu sehingga sulit dikeluarkan dari telinga dan seringkali dapat menimbulkan gangguan pendengaran disertai dengan nyeri pada telinga , telinga terasa penuh, telinga berdenging, gatal pada telinga, cairan keluar dari telinga, keluarnya bau tidak sedap dari telinga, pusing dan gangguan keseimbangan.
    4. Gangguan tuba eusthachius,  yaitu tuba atau saluran yang menghubungkan antara telinga tengah (bagian telinga di belakang gendang telinga) dan tenggorokan. Gangguan pada tuba eustachius dapat disebabkan oleh infeksi pada saluran nafas seperti selesma (common cold). peradangan pada sinus atau sinusitis, alergi, pembesaran kelenjar adenoid (biasanya pada anak-anak), tumor pada nasofaring, atau defek genetik yang menyebabkan penyempitan tuba eustachius. Gejala-gejala gangguan tuba eustachius biasanya akan semakin diperberat dengan terjadinya perubahan ketinggian seperti mendaki gunung, naik pesawat, naik elevator, menyelam, dan lain-lain.
    5. Penjalaran nyeri pada gigi ke telinga, dapat terjadi karena gigi berlubang, impaksi gigi bungsu, ataupun infeksi pada gigi dan gusi.

     

    Untuk dapat memastikan penyebab nyeri telinga yang anda alami, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter THT. Dokter akan menanyakan lebih lanjut mengenai gejala-gejala yang anda alami, melakukan pemeriksaan telinga secara langsung untuk melihat ada tidaknya kelainan di telinga luar hingga gendang telinga, atau ada tidaknya kotoran telinga yang mengeras dan menyumbat telinga anda. Terapi yang diberikan akan menyesuaikan dengan hasil temuan. 

    Sementara itu, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan:

    1. Jangan mengorek-ngorek telinga anda baik dengan jari, pengorek telinga, ataupun dengan cotton bud karena dapat menyebabkan perlukaan pada telinga serta mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam.
    2. Membersihkan telinga terlalu dalam juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sobek pada gendang telinga anda dan menimbulkan gangguan pendengaran yang permanen.
    3. Jangan meneteskan obat tetes telinga tanpa ijin dan petunjuk dari dokter anda.
    4. Untuk mengurangi nyeri pada telinga, anda dapat mencoba untuk mengompres bagian luar telinga dengan handuk hangat
    5. Anda juga dapat konsumsi obat antinyeri seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi nyeri.

     

    Sekian informasi dari saya, semoga bermanfaat

     

    dr. Irna Cecilia