Tanya Dokter

  • pencabutan kuku jempol kaki karena cedera

  • Permisi dok.... saya mau nanya kuku jempol kaki saya kan kena kaki meja terus kukunya mengupas hampir semua. Ada sisa sedikit lagi buat di cabut, nah apakah boleh kuku tersebut di cabut tapi kukunya masih nempel ? Minta solusinya dok...

    Fauzul Rizki Ramadhan  dr. Adhi Pasha
    Dokter

    Halo Fauzul, Ekstraksi kuku atau dikenal dengan cabut kuku dilakukan pada beberapa kasus diantaranya adalah karena trauma pada kuku, infeksi kuku dan juga arah pertumbuhan kuku yang kurang baik. Pada kasus trauma akibat benturan, terjepit atau lainnya diperlukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah pencabutan diperlukan. Sebagian besar kasus apabila sudah terkelupas sebagian akan dilakukan pencabutan seluruhnya untuk mencegah pertumbuhan kuku dengan arah yang tidak baik. Setelah dilakukan pencabutan nantinya akan memerlukan waktu untuk penyembuhan. Waktu penyembuhan pada masing-masing orang tentunya berbeda-beda antara 5-10 hari sehingga diperlukan penanganan untuk merawat luka pasca cabut kuku. Anda bisa mengganti perban terutama setelah beraktivitas untuk menjaga kebersihan perban tersebut untuk mencegah timbulnya infeksi. Dokter nantinya akan memberikan juga obat anti nyeri dan antibiotik yang harus dihabiskan. Pertumbuhan kuku baru akan timbul sekitar 2- 3 bulan. Semoga bermanfaat, dr. Adhi P.

    Saya kan di obati sama saudara saya dengan rempah yaitu kuning sama bawang merah apakah boleh dok? Katanya biar ga terlalu sakit dan pertumbuhan kukunya semakin cepat katanya. apakah itu fakta atau mitos doang?

    Fauzul Rizki Ramadhan  dr. Adhi Pasha
    Dokter

    Malam, Bawang merah merupakan salah satu rempah yang memiliki kegunaan selain untuk melezatkan makanan tetapi juga memiliki beberapa kandungan yang bermanfaat bagi tubuh seperti vitamin c, vitamin b6, antioksidan, kalium dan alicin. Sedangkan kunyit sendiri dipercaya memiliki beberapa khasiat seperti mengurangi nyeri, kulit gatal, ruam kulit, masalah menstruasi, tukak lambung, maag atapun kondisi lainnya. Tetapi penggunaan keduanya secara langsung pada luka terbuka dapat meningkatkan risiko alergi, iritasi, dan juga infeksi karena pada luka terbuka menjadi pintu masuk kuman atau bakteri penyebab infeksi. Sebaiknya menghindari penggunaannya guna mencegah timbulnya iritasi dan infeksi sehingga tidak membuat luka menjadi bertambah. Tetap jaga kebersihan luka dan periksakan diri pada dokter jika luka tidak kunjung membaik untuk dilakukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut. Salam, dr. Adhi P.