Tanya Dokter

  • Feses cair disertai nyeri perut

  •  anonymous
    Anggota

    Slmt siang Dok, sy mhsiswi usia 20th 3 hari ini sy diare tp frekuensinya tdk sering, feses cair disertai nyeri perut atas terutama sebelah kanan, mulut pahit, perut spt keroncongan padahal sudah makan & sering kembung, setelah periksa diberi obat ranitidin, diagit dan scopamin, setelah 2 hr berobat tdk ada perubahan dan feses warnanya menjadi pucat, apakah obat yg sy minum itu sudah tepat? Apakah gangguan ada pada lambung/organ pencernaan lainnya? Terimakasih

    Halo, Diare merupakan suatu kondisi dimana feses mengalami perubahan konsistensi menjadi cair, atau frekuensi BAB lebih sering/ lebih dari 4 kali dalam sehari. Penyebab terjadinya diare ada beberapa macam, yang tersering disebabkan oleh infeksi pada saluran cerna. Selain itu, diare juga muncul akibat beberapa kondisi seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi/ keracunan makanan, peradangan pada saluran cerna, beberapa efek samping obat, dsb. Gejala diare yang timbul bergantung pada penyebabnya, seperti frekuensi, konsistensi feses, warna feses, adanya lendir atau darah pada feses, atau gejala lain yang menyertai seperti mual, muntah, perut kembung, perut kram, demam, dehidrasi, dsb. Prinsip utama dalam mengobati diare adalah menggantikan cairan & elektrolit yang hilang melalui BAB dengan asupan cairan seperti oralit. Selain itu, dapat diberikan obat seperti kaolin pektin untuk memadatkan feses. Pemberian antibiotik hanya diberikan jika diare yang disebabkan oleh infeksi sudah diketahui penyebabnya. Pada kasus yang Anda alami, sebenarnya tidak ada yang salah mengenai pengobatan yang sudah Anda jalani. Namun, jika keluhan yang dirasakan tidak membaik, sebaiknya Anda kontrol kembali ke dokter Anda. Pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan kultur feses, pemeriksaan darah lengkap kemungkinan bisa dipertimbangkan untuk mencari penyebab yang pasti. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan supaya mengurangi keluhan diare :

    • Banyak mengonsumsi air mineral
    • Mengonsumsi makanan porsi sedikit namun sering, serta menghindari makanan yang pedas dan asam
    • Mengonsumsi obat seperti attapulgite atau kaolin pektin
    Semoga informasi ini bermanfaat, dr. Mesha Syafitra