Tanya Dokter

  • Leher Bengkak dan Nyeri

  •  Jatyaraga
    Anggota

    Saya mau tanya dok, mohon penjelasannya?

    Awalnya sekitar 2 bulan lalu leher kanan atas (tepatnya bawah telinga) bengkak dan nyeri, karena tidak terlalu mengganggu saya biarkan saja dan nyeri hilang dalam 2 minggu, tapi bengkak tetap (tidak membesar dan mengecil). Pada minggu ke 3 nyeri datang lagi dan makin hebat sampai tidak bisa digunakan menoleh dan badan demam (meriang). Minggu ke 4 saya bawa ke dokter umum (karena tidak tahu harus kemana) dan diagnosa sementara radang dan saya diberikan obat anti radang, antibiotik dan obat demam, karena nyeri akibat bengkak tidak berkurang, akhirnya obat diganti dengan obat anti nyeri, antibiotik dan pelemas otot oleh dokter umum yang sama. Saya disarankan juga untuk melakukan USG. Setelah sekitar minggu ke 8 rasa nyeri tinggal sedikit dan demam sudah hilang, namun bengkak tidak hilang (tidak membesar dan mengecil) dan hasil USG Tyroid menyatakan:

    a. Tyroid, parotis, dan kelenjar submandibula Dx Sn baik.

    b. Limfadenitis non spesifik multiple di juguler Dx Sn dan supraclavicula Dx

    Dari hasil USG, dokter umum merujuk saya ke dokter ahli bedah, dan diagnosa sementara masih tetap radang. Dan keadaan sekarang nyeri sedikit masih terasa, bengkak tidak hilang (tidak membesar dan mengecil) dan di dada bagian kiri terasa nyeri sekitar 2-3 hari, persendian juga terasa nyeri, mudah lelah dan nafsu makan berkurang (mulut terasa pahit untuk semua makanan)

    Yang ingin saya tanyakan

    1. Apakah penyakit yang saya derita benar radang?

    2. Apakah rasa nyeri di dada kiri ada kaitannya dengan masalah utama yaitu leher bengkak dan nyeri?

    3. Apakah saya juga perlu memeriksakan ke spesialis Paru atau sejenisnya karena nyeri di dada?

    4. Total kurang lebih sebulan saya meminum antibiotik, apa hal tersebut berkaitan dengan persendian yang nyeri dan badan mudah lelah disertai turunnya nafsu makan?

    Mohon penjelasan terkait hal ini dok, Terimakasih banyak . . .

    Hai, Pembengkakan di leher paling sering disebabkan oleh pembesaran Kelenjar Getah Bening, baik yang disebabkan oleh infeksi/radang (disebut sebagai limfadenitis) atau penyebab non-infeksi (disebut sebagai limfadenopati). Terdapat berbagai penyebab dari pembengkakan Kelenjar Getah Bening di leher, antara lain:

    • Peradangan daerah kepala dan leher (misalnya radang tenggorokan, radang telinga, infeksi gigi, dll)
    • Infeksi TB
    • Infeksi virus tertentu, misalnya mononucleosis, HIV, dll.
    • Infeksi bakteri tertentu, misalnya streptokokus, cat-scratch disease, dll.
    • Infeksi parasit, misalnya toksoplasmosis, sistiserkosis, dll.
    • Keganasan, baik yang berasal dari kelenjar itu sendiri, maupun penyebaran dari organ lain, terutama yang berada di kepala & leher
    • Dan lain-lain
    Kelenjar getah bening merupakan salah satu organ yang bertanggung jawab atas pertahanan tubuh (imunitas) tubuh kita. Tergantung dari organ mana yang terserang, maka kelompok kelenjar getah bening daerah tertentu dapat membesar, bisa disertai rasa nyeri maupun tidak. Dari hasil USG Leher Anda, disebutkan bahwa terdapat keterlibatan Kelenjar Getah Bening di Supraclavicula (yaitu daerah di atas tulang selangka Anda). Kelompok Kelenjar Getah Bening daerah ini "bertanggung jawab" atas proses yang terjadi terutama dari daerah dada, namun juga bisa dari kepala & leher. Adapun nyeri dada yang Anda rasakan, terkait keluhan benjolan yang juga Anda alami, dapat disebabkan oleh berbagai hal berikut:
    • Infeksi TB paru
    • Radang paru / pneumonia
    • Keganasan paru
    • Kelainan di dinding dada (misalnya otot, kulit, tulang, dll)
    Dan dengan menghiraukan keluhan kelenjar getah bening yang Anda alami, nyeri dada juga dapat disebabkan oleh:
    • Serangan jantung
    • Peradangan selubung jantung
    • Gastritis (radang lambung)
    • Refluks Gastroesofagus (yaitu isi lambung tercurah kembali ke kerongkongan)
    • Radang esofagus / kerongkongan
    • Diseksi aorta (yaitu pembuluh darah terbesar - aorta, mengalami robekan pada dindingnya)
    • dan lain-lain
    Oleh karena banyaknya kemungkinan penyakit yang Anda alami, kami menyarankan Anda untuk mendiskusikannya terlebih dahulu dengan Dokter yang menangani Anda, terutama mengenai gejala nyeri dada yang Anda rasakan. Anda mungkin akan dilakukan pemeriksaan Roentgen Dada, pemeriksaan darah, dan bila dirasa perlu, pemeriksaan biopsi Kelenjar Getah Bening. Nyeri sendi, badan mudah lelah dan turunnya nafsu makan yang Anda alami mungkin terkait atau mungkin juga tidak terkait dengan penyebab yang telah disebutkan di atas. Secara umum, beberapa jenis antibiotik memang dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti penurunan nafsu makan, kelelahan, dll. Namun, penyebab dari gejala-gejala tersebut kemungkinan paling seringnya adalah infeksi, misalnya infeksi TB, infeksi virus, bakteri, dll. Bisa juga karena penyakit auto-imun (yaitu sistem pertahanan tubuh secara keliru menyerang tubuh kita sendiri), proses keganasan, dan sebagainya. Apabila masih ada yang dirasa belum jelas, atau masih ada pertanyaan yang ingin Anda tanyakan, Anda dapat menghubungi kami kembali melalui forum ini. Kami akan dengan senang hati membantu Anda. Sekian, semoga membantu. dr. Radius Kusuma

    Jatyaraga  Jatyaraga
    Anggota

    Baik dokter, terimakasih banyak atas informasinya, jadi kalau boleh saya simpulkan, langkah yang harus saya lakukan adalah 1. Saya tetap melanjutkan pemeriksaan melalui dokter ahli bedah yang menangani saya akibatleher yang bengkak. 2. Untuk masalah nyeri dada saya juga harus melakukan pemeriksaan tersendiri. Jikalau boleh bertanya, baiknya saya memeriksakan nyeri dada ini ke dokter umum atau spesialis paru atau apa dok? Apa benar demikian yang harus saya lakukan dok? kondisi saat ini leher sudah tidak terasa sakit, tapi bengkak tetap dan tidak mengecil, jadi terkesan otot di leher jadi lebih besar dan keras. Mohon penjelasan lagi terkait apa yang harus saya lakukan, Terimakasih banyak dokter . . . !  

    Hai, Untuk menangani leher yang bengkak, Anda boleh melanjutkan pemeriksaan ke Dokter Ahli Bedah (Sp. B). Sedangkan untuk masalah nyeri dada yang Anda alami, baik Dokter Umum, maupun Dokter Spesialis Paru dapat membantu investigasi masalah yang Anda alami. Namun, apabila mengacu sesuai urutan penanganan yang baik, seyogianya Anda memulai memeriksakan diri ke Dokter Umum terlebih dahulu, dan kemudian Dokter Umum tersebut apabila perlu, dapat merujuk ke Dokter Ahli yang sesuai. Mengenai pembengkakan di leher Anda, penyebabnya perlu ditentukan terlebih dahulu, agar kita dapat menentukan tindakan selanjutnya yang tepat. Sehingga, jawaban untuk apa yang seharusnya Anda lakukan adalah memeriksakan diri ke Dokter untuk mempelajari penyebabnya. Hilangnya nyeri tidak berarti masalah telah selesai, karena pembengkakan leher masih mungkin menyimpan masalah. Adapun potensi masalahnya telah dijabarkan pada posting sebelumnya. Kami berharap agar penyakit yang Anda derita dapat cepat sembuh, dan apabila masih ada pertanyaan, Anda dapat menghubungi kami kembali melalui forum ini. Semoga jawaban dari kami dapat bermanfaat. Lekas sembuh ya, dr. Radius Kusuma

    Jatyaraga  Jatyaraga
    Anggota

    Terimakasih banyak dok . . . Jawaban anda sangat membantu

    Jatyaraga  Jatyaraga
    Anggota

    Selamat siang dokter Melanjutkan pembahasan awal, saya mengikuti saran dokter dengan tetap melanjutkan pemeriksaan ke spesialis bedah. Dan sementara saya divonis radang otot serta diberikan obat untuk mengecilkan bengkak di leher dan dalam waktu 1 minggu jika tidak ada hasil maka akan dilakukan pembedahan untuk diambil sampelnya. Di tempat lain saya juga memeriksakan kembali ke dokter umum terkait nyeri di dada, dimana keadaan sekarang nyeri yang awalnya hanya di bagian kiri, sekarang sesekali juga terasa di bagian kanan. Dari dokter umum, juga dengan melihat riwayat pemeriksaan sebelumnya saya diarahkan ke dokter spesialis paru. Dari pemeriksaan awal (mohon maaf karena saya rasa pemeriksaan fisik terlalu sederhana) saya langsung divonis terkena TB Kelenjar (Karena pada waktu itu dokter paru lebih menyasar ke hasil USG Tyroid dan tidak menghiraukan keluhan saya terkait nyeri dada), dan diberikan beberapa obat yang hanya diminum malam hari saja, durasi selama 6 bulan diharapkan untuk kontrol. Lalu saya juga melakukan uji laboratorium, yaitu Rontgen dada dan pemeriksaan darah Hasilnya untuk rontgen dada COR: normal pulmo: normal Dan untuk uji darah: 1. CBC - Lekosit: 8,6      Range 4,8-10,8 - Eritrosit: 6,21    Range 4,7-6,1 - Hemoglobin: 17,4     Range 14-18 - Hematokrit: 49,5      Range 42-52 - MCV: 79,7          Range 79-99 - MCH: 28     Range 27-31 - MCHC: 35,2      Range 33-37 - Trombosit: 302   Range 150-450 - RDW: 13,3     Range 11,5-14,5 - PDW: 9      Range 9-17 - MPV: 7,8     Range 9-13 - P-LCR: 9,5     Range 13-43 2. DIFFERENTIAL - NEUT %: 65      Range 50-70 - LYMPH%: 24      Range 25-40 - MXD%: 11        Range 25-30 - NEUT#: 5,5       Range 2-7,7 - LYMPH#: 2,1     Range 0,8-4 - MXD#: 1       Range 2-7,7 - LED: 7/12      Range 0-15 Yang ingin saya tanyakan kembali, apakah benar saya terkena TB Kelenjar dok, karena merujuk hasil laboratorium yang dapat dikatakan normal-normal saja. Kedua ada beberapa poin pada pemeriksaan darah yang hasilnya di bawah range dan diatas range, mohon saya dijelaskan apa akibatnya dan apa sebabnya? Mohon penjelasan dari dokter dan saya ucapkan beribu terimakasih, semoga Tuhan membalas kebaikan dokter. Amin Terimakasih

    Hai, Terima kasih telah menghubungi kami kembali melalui forum Tanya Dokter Alodokter.com. Bila benjolan tersebut masih ada setelah 2 bulan lamanya atau semakin membesar, sudah sepantasnya Anda menjalani pemeriksaan biopsi (yaitu operasi kecil untuk mengangkat seluruh / mengambil sebagian kecil jaringan benjolan untuk diperiksakan ke laboratorium). Pemeriksaan biopsi merupakan pemeriksaan paling baik untuk mengetahui penyebab benjolan tersebut. Diagnosa TBC kelenjar seyogianya ditegakkan menurut hasil pemeriksaan biopsi; kecuali pada keadaan ketika pemeriksaan biopsi tidak memungkinkan, barulah penegakkan diagnosa TBC kelenjar tanpa hasil pemeriksaan biopsi bisa dilakukan. Mengenai hasil pemeriksaan Anda, baik pemeriksaan Roentgen maupun darah, dapat dikatakan bahwa hasilnya adalah normal. Namun sebaiknya Anda tidak kecewa, karena hasil pemeriksaan ini dapat menjadi dasar acuan untuk tindakan pemeriksaan / penanganan selanjutnya, misalnya Hb dalam batas normal, yang berarti Anda belum memerlukan persiapan darah seandainya akan menjalani operasi. Mudah-mudahan cukup jelas dan bermanfaat, dr. Radius Kusuma