Tanya Dokter

  • Sering merendam luka pada kaki, apakah benar?

  •  Nty27
    Anggota
    Hallo Dok, saya Nty 23thn.. Kemarin sy kecelakaan...lalu berobat ke praktek dokter umum... Beliau menyarankan agar saya sering2 merendam luka di kaki saya dg air per 3mnt... Apa itu tidak apa2 dok? Soalnya setau saya, jikq luka terbuka atau luka yg baru dan masih basah, itu tdk boleh terkena air dulu... Mohon penjelasannya dok..terima kasih sebelumnya :)

    Halo Nty27, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Luka paska kecelakaan bisa berbagai macam bentuknya, bisa luka lecet, luka terpotong, luka tertusuk, luka dengan lapisan kulit dalam yang terkelupas, dan lain sebagainya. Anda dapat menangani sendiri luka lecet atau luka terpotong yang dangkal, namun bila terjadi luka terpotong yang dalam, luka tertusuk, ataupun terdapat lapisan kulit dalam yang terkelupas, anda akan memerlukan penanganan di rumah sakit.  Berikut ini adalah cara perawatan luka lecet dan luka terpotong ringan:

    1. Bersihkan luka dengan air bersih, pastikan tidak terdapat kotoran yang menempel pada luka. Sebaiknya jangan gunakan cairan antiseptik seperti povidon iodin ataupun chloroxylenol karena justru dapat memperlambat kesembuhan luka.
    2. Pada luka yang terjadi di area yang bersih dan tidak mudah kotor (misalnya luka di wajah atau badan bagian atas), anda dapat membiarkan luka tetap terbuka dan menjaga agar luka tetap kering selama kira-kira 5 hari atau selama luka masih terlihat terbuka. Bila basah, keringkan dengan kasa bersih perlahan-lahan dengan menutul-nutulkan pada bagian luka. Jangan gunakan kapas dan jangan digosok.
    3. Pada luka yang terjadi di area yang mudah kotor seperti di daerah kaki atau area yang mudah tergesek oleh pakaian, anda dapat membungkus luka dengan plester luka dan menjaga agar luka tetap kering selama kira-kira 5 hari atau selama luka masih terlihat terbuka. Ganti plester luka setiap hari atau setiap kali plester terlihat basah atau kotor.
    4. Pada luka yang terjadi di area yang mudah kotor, anda bisa memberikan salep antibiotik yang mengandung bacitracin, neomycin, atau polymyxin B, atau gabungan ketiganya, lalu membungkus luka dengan plester luka. Salep antibiotik ini tidak mempercepat kesembuhan luka, tetapi dapat melindungi luka dari infeksi. Jangan memberikan cairan antiseptik seperti povidon iodin karena justru dapat memperlambat kesembuhan luka.
    5. Pastikan agar luka tidak tergesek-gesek ataupun digaruk. Luka yang sudah menyembuh dan muncul keropeng, juga jangan digaruk ataupun dikorek agar luka tidak terbuka kembali, terinfeksi, ataupun meninggalkan bekas luka.

     

    Luka memang dapat sembuh dengan lebih cepat bila ditutupi dengan dressing yang lembab (tidak benar-benar basah). Dressing luka ada berbagai macam jenisnya, tergantung pada besar dan jenis luka yang terjadi. Namun bila luka yang terjadi tidak besar, biasanya dressing khusus tidak diperlukan, merawat luka dengan cara-cara di atas sudah cukup untuk membantu kesembuhan luka.

    Luka yang terjadi di daerah-daerah persendian seperti siku atau lutut  akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh karena banyak terjadi pergerakan di daerah-daerah tersebut. Namun selama anda memastikan bahwa luka selalu bersih, kering, dan tidak terinfeksi, luka akan menyembuh dengan sendirinya. Sebaiknya jangan memberikan minyak-minyak atau bubuk-bubuk tertentu pada luka, karena justru dapat menimbulkan infeksi pada luka dan memperlambat kesembuhan luka.

    Bila luka anda tidak sembuh dengan cara-cara perawatan di atas, sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan perwatan lebih intensif terhadap luka. Segera ke dokter bila anda mendapati gejala-gejala berikut:

    1. Luka semakin membesar, disertai kemerahan, nyeri, bengkak, dan panas pada daerah di sekitar luka.
    2. Luka mengeluarkan cairan berbau busuk
    3. Luka tampak kotor dan kehitaman
    4. Terjadi demam

     

    Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat.

     

    dr. Irna Cecilia