Tanya Dokter

  • Bagaimana gejala lupus dan efek samping obat demam?

  • Kpd yth bapak dokter : Dok anak sy berumur 6 thun lebih jenis kelamin wanita, punya riwayat penyakit asma batuk pilek dan demam, sejak umur 1 thn lebh, bahkan sampai kejang apabila demam tinggi, hampir tiap bulan penyakitnya kambuh dok… kmaren pernah sy lihat anak sy habis bermain mukanya di bagian kedua pipinya seperti ada ruam kemerahan tapi gak begitu jelas karena kulit anak sy agak gelab, pertanyaan sy dok, 1. apakah anak sy terkena gejala lupus di karenakan keseringan minum obat? 2. Dan apakah efek sampingnya minum obat di karnakan keseringan sakit batuk pilek demam d sesak hampir tiap bulan? Terima kasih sebelumnya dok…

    Halo, Penyakit lupus tidak bisa didiagnosis hanya berdasarkan 1 gejala saja seperti adanya ruam kemerahan di pipi. Dokter memerlukan kriteria-kriteria gejala, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yaitu lab darah untuk menegakkan diagnosis. Efek samping obat batuk pilek, asma, demam (jenis tertentu, misalnya : paracetamol, ibuprofen, teofilin, asetylsistein) dapat memberikan efek samping ke kulit berupa ruam atau biduran, tetapi efek samping ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Efek samping yang lain tentu ada, tetapi semuanya dapat diatur oleh dokter yang memeriksa dengan cara pemilihan jenis obat dan dosis obat yang seefektif mungkin sehingga risiko efek samping dapat diminimalkan. Ruam kemerahan di kedua pipi juga mungkin disebabkan oleh:

    • Eksim (dermatititis akibat sinar matahari)
    • Infeksi bakteri dan virus (misal: selulitis akibat bakteri)
    • Penyakit imun, alergi dan jaringan ikat (misal SLE-lupus sistemik)
    • Keracunan vitamin B3 (nyacin)
    Sakit lupus paling banyak mengenai wanita berusia 15-40 tahun. Gejala-gejala lain dari sakit lupus selain ruam kemerahan kedua pipi (butterfly rash) adalah:
    • demam dan lemah
    • kelainan darah, misalnya anemia
    • nyeri dan bengkak di sendi
    • ruam kulit yang memburuk dengan terpajan sinar matahari
    • sakit kepala, dll
    Selain gejala-gejala tersebut pemeriksaan penunjang yang mendukung adalah pemeriksaan antibodi ANA di darah, laju endap darah. Obat-obat yang paling banyak menginduksi terjadinya lupus:
    • Prokainamid (obat irama jantung)
    • Hydralazine (obat tensi)
    • Isoniazid (obat TBC)
    Obat-obatan lain juga dapat menginduksi tetapi lebih jarang, misalnya antibiotik kelompok sulfa. Sebaiknya periksakan anak Anda ke dokter. Dokter akan memeriksa ruam kemerahan tersebut juga sakit asma anak Anda, dan melakukan pemeriksaan darah, rontgen dada jika dibutuhkan. Tindakan yang terpenting adalah mencegah kekambuhan asma dan batuk pilek sehingga mengurangi kebutuhan konsumsi obat. Hal-hal yang bisa dilakukan oleh anak Anda:
    • Cukup istirahat, cukup minum
    • Makan-makanan bergizi
    • Menghindari pemicu asma kambuh, seperti: debu, asap rokok
    • Keluarga yang berada si sekitarnya sebaiknya memakai masker jika sedang batuk pilek
    • Menghindari konsumsi obat bebas tanpa pemeriksaan dokter
    Berikut artikel yang dapat dibaca: Lupus Menyikapi batuk pada anak Menangani asma pada anak Semoga berguna dr.Miranti Iskandar