Tanya Dokter

  • Benjolan di area belakang telinga

  • Malam dok, saya punya benjolan disekitar area belakang kuping sebelah kiri, dibelakang kepala, dan dileher dok.. saya sudah memeriksakan kedokter tentang penyakit saya itu dan sudah melakukan rontgen+lab.. tp yg saya tidak paham dr hasil lab saya semua normal hanya ada keterangan positif dibakteri.. dan yg saya lakukan itu rontgen diarea paru2 saya bukan dibenjolan itu dok.. saya diharuskan meminum antibiotik+peredanyeri saja dr dokter itu, tanpa ada perubahannya dok.. kira2 langkah apa ya dok yg saya harus lakukan selanjutnya untuk lebih tau penyakit saya ini berbahaya atau tidak dok ?? Terimakasih.

    Hai Yoshiratu Yolanda, Terimakasih telah bertanya ke Alodokter. Benjolan di belakang telinga dan leher bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya:

    • Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati)
    • Infeksi kulit (bisul, folikulitis, abses)
    • Tumor kulit (lipoma, fibroma, sarkoma), dsb
    Kelenjar getah bening adalah kenjar yang berisikan sel-sel yang berperan dalam menjaga kekebalan tubuh dari infeksi. Kelenjar ini bisa membesar karena inflamasi (radang) atau tumor. Inflamasi kelenjar getah bening (limfadenitis) bisa disebabkan oleh infeksi primer (infeksi pada kelenjar getah bening itu sendiri), atau infeksi sekunder (infeksi pada organ lain yang memiliki drainase limfatik ke area kelenjar getah bening tersebut, misalnya infeksi di paru-paru, lengan, atau kepala). Di antara semua penyebab infeksi kelenjar getah bening di Indonesia, yang paling sering adalah infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis (Tuberkulosis). Fokus infeksi ini utamanya adalah di paru-paru. Karena itulah dokter melakukan rontgen untuk melihat kondisi paru-paru Anda. Selain itu, beberapa pemeriksaan lain pun bisa dilakukan, misalnya dengan pemeriksaan laboratorium untuk menilai adakah kemungkinan penyebab lain. Jika memang dicurigai terjadi infeksi Tuberkulosis, maka penanganan yang diberikan bisa berupa antibiotik serta obat-obatan lain untuk meredakan keluhan yang dirasakan pasien, misalnya obat anti demam, anti nyeri, vitamin, dsb. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya konsultasikan langsung penanganan terbaik pada dokter Anda ya.. Umumnya dokter akan menilai keberhasilan terapi yang telah diberikan kepada pasien. Jika perlu, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lain untuk memastikan apa penyebab pasti dari benjolan tersebut, misalnya dengan melakukan pemeriksaan FNAB (fine needle aspiration biopsy), yakni dengan mengambil sampel jaringan dari benjolan untuk kemudian diamati di bawah mikroskop. Sementara itu, untuk membantu proses penyembuhan, Anda bisa melakukan beberapa tips berikut:
    • Istirahat yang cukup 7-8 jam sehari
    • Berolahraga teratur
    • Perbanyak minum air putih 8-10 gelas perhari
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang. Perbanyak makanan dengan kadar kalori dan protein tinggi, misalnya daging merah, ikan, hati. Perbanyak anti oksidan (sayur dan buah-buahan).
    • Hindari memencet benjolan
    • Jaga kebersihan (perbaiki ventilasi dan pencahayaan lingkungan, gunakan masker saat keluar rumah)
    Semoga membantu ya..   dr. Nadia Nurotul Fuadah