Tanya Dokter

  • Penyebab benjolan pada leher

  •  Istiharah
    Anggota
    Assalamualaikum dokter, sy wanita usia 26th dan blm menikah. Thn 2016 lalu sy menjalani pengobatan tb kelenjar selama 15 bln dan dinyatakan sembuh pd bln juni 2017, kemudian pd bln oktober 2017 tiba2 sy punya benjolan lg di leher kanan dan kiri, serta 3 benjolan di rahang (bawah dagu), setelah sy konsul dgn dokter paru yg sama, dia menyarankan utk biopsi, namun ukuran benjolan itu masih kecil, tdk cukup ukurannya utk dilakukan biopsi jarum halus. Dan beliau menerangkan bahwa benjolan di bawah dagu kanan, kiri, dan tengah itu tdk ada hubungannya dgn tb kelenjar. Sy bingung klo demikian berarti itu penyebabnya apa ya? Apakah ada infeksi lain yh berbahaya?
    Istiharah  dr. Prasetyo
    Dokter

    Halo Istiharah, terimakasih sudah bertanya di Alodokter.com

    Kondisi benjolan pada rahang dan leher dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satu yang mungkin adalah limfadenopati (gangguan pada kelenjar getah bening ; kelenjar getah bening merupakan kelenjar seukuran kacang yang terdapat di seluruh tubuh dan berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. ) -- kondisi ini umumnya ditandai dengan membesarnya kelenjar getah bening yang dapat disebabkan karena adanya peradanga / infeksi pada lokasi disekitarnya (namun penyebab peradangan/ infeksi tidak dapat dipastikan jika hanya melihat dari benjolan tersebut). 

     (berikut gambar letak dari penyebaran kelenjar getah bening pada daerah leher) -- pada kondisi normal kelenjar getah bening teraba sangat halus / cenderung sulit teraba.

    Namun terdapat beberapa kemungkinan lain penyebab timbulnya benjolan tersebut, seperti lipoma (penumpukan jaringan lemak), abses (penumpukan nanah), kista, dan masih banyak lagi. Sulit bagi kami untuk menentukan jika tidak melakukan pemeriksaan secara langsung, dan kami tidak dapat menentukan berbahaya atu tidaknya kondisi ini. Namun bila Anda sudah menemui dokter yang merawat Anda, sebaiknya ikuti anjuran yang telah diberikan, konsumsi obat yang telah diberikan secara rutin, dan kontrol tepat waktu. Selain itu kami sarankan Anda untuk menjaga pola hidup sehat seperti menjaga pola makan dengan gizi dan nutrsii seimbang, kelola stress dengan bijak, olah raga rutin, cukup tidur / tidak tidur terlalu larut malam, menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggal, hindari merokok / terpapar asap rokok, dan sebagainya. Sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Salam, dr Prasetyo