Tanya Dokter

  • Gangguan asam lambung dan pengobatannya

  • Selamat sore, dok.

    Akhir bulan lalu, saya merasa sakit perut bagian bawah. Karena sakitnya sudah berhari-hari, saya akhirnya memutuskan untuk ke dokter. Waktu itu saya harusnya bertemu dengan dokter bagian dalam, tapi karena full lagi (saya sudah 2 kali ke RS, pagi dan siang), perawat memberikan pilihan kembali besok atau ketemu dokter umum saja. Saya akhirnya memutuskan untuk bertemu dokter umum saja, di samping karena saya sudah bayar juga karena saya bekerja dan tidak enak meninggalkan tugas di kantor. Dokter umum meminta saya untuk tes urin dan darah, hasilnya tidak apa-apa. Dokter pun tak menjelaskan kemungkinan mengenai sakit perut saya. Akhirnya saya meminta untuk USG, karena saya khawatir terkena usus buntu. Hasil USG baik, hanya saja banyak udara dalam usus saya makanya saya sakit perut. Namun dokter tidak memberikan obat apapun kepada saya.

    Sejak saat itu, saya mulai mengurangi gorengan dan makanan yang dapat membuat perut kembung. Tapi, Selasa yang lalu sampai saat ini, sakitnya datang lagi. Dan yang ini keluhannya semakin banyak. Saya mulai sering bersendawa, produksi air liur banyak dan terasa pahit, dan nyeri di perut semakin sakit. Teman saya menyarankan saya minum omeprazole dan minum kunyit, saya sudah menjalankan saran itu, tapi sakitnya belum sembuh, efeknya hanya sebentar saja. Saya juga sudah memperhatikan tinja saya, warnanya biasa saja, tidak hitam.

    Rencananya besok mau ke dokter lagi. Tapi saya juga ingin mendengarkan pendapat dokter lain. Mohon bantuannya. Terima kasih banyak.

    Halo, Nyeri pada perut bagian bawah dapat menjadi gejala dari berbagai gangguan, misalnya:

    • Infeksi saluran kemih
    • Gangguan batu pada saluran kemih
    • Apendisitis atau radang usus buntu
    • Nyeri menstruasi
    • Kehamilan ektopik
    • Inflammatory Bowel Disease
    Karena banyaknya kemungkinan penyebab nyeri perut bagian bawah, maka diperlukan pemeriksaan fisik yang cermat dan menyeluruh agar dapat menyingkirkan gangguan yang tidak berhubungan, kemudian memfokuskan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis yang paling tepat. Apendisitis atau radang usus buntu, memiliki gejala nyeri di perut bawah sebelah kanan, saat kambuhnya bersifat sangat nyeri, penderita merasa nyaman jika posisi tubuh membungkuk, dapat disertai demam, dan mual atau muntah. Mengenai apendisitis akut Pada umumnya diagnosis apendisitis akut dapat ditegakkan dengan tanda-tanda dari hasil pemeriksaan fisik yang khas, serta ditunjang dengan hasil laboratorium yang menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:
    • Peningkatan jumlah leukosit
    • Peningkatan laju endap darah
    Jika dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium meragukan diagnosis apendisitis, dapat dilakukan pemeriksaan USG abdomen. Walaupun demikian, USG abdomen untuk memastikan diagnosis apendisitis sangat jarang sekali dilakukan, karena pemeriksaan fisik dan laboratorium seringkali sudah cukup untuk menetapkan diagnosis apendisitis akut. Pemeriksaan urin yang dilakukan, merupakan tindakan dokter untuk menyingkirkan gangguan pada saluran kemih, seperti infeksi. Kadangkala infeksi saluran kemih tidak menunjukkan gejala yang khas, namun dapat terlihat hasilnya dari pemeriksaan urin. Dengan adanya hasil urin yang normal tanpa kelainan, kemungkinan adanya infeksi saluran kemih menjadi sangat kecil. Gastritis, merupakan peradangan pada dinding lambung. Gastritis merupakan tahap lanjut dari dispepsia atau sakit maag yang tidak teratasi dengan baik. Gastritis umumnya disebabkan oleh Helicobacter pylori, namun dapat juga disebabkan oleh penggunaan obat-obatan seperti antiinflamasi non steroid. Gejala pada gastritis adalah sebagai berikut:
    • Mual atau muntah
    • Perut terasa perih atau panas pada bagian ulu hati
    • Jika sudah bersifat erosi dinding lambung, dapat disertai tinja hitam atau berdarah
    Dari keluhan yang Anda rasakan, dan berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan, bisa jadi keluhan disebabkan oleh karena gangguan pada lambung, atau dapat juga disebabkan oleh karena peradangan pada usus besar (Inflammatory Bowel Disease). Akan tetapi, kemungkinan besar keluhan tersebut mengarah kepada gangguan lambung. Apabila keluhan tidak berkurang setelah terapi standar dengan menggunakan obat-obatan pelindung dinding lambung, sebaiknya Anda memeriksakan diri dengan dokter spesialis penyakit dalam. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menambahkan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan, misalnya endoskopi, barulah kemudian menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.   Semoga membantu dan semoga lekas sembuh, dr. Agatha

    Sitti Taslimah  Sitti Taslimah
    Anggota

    Terima kasih banyak, dok atas penjelasannya yang sangat rinci. Sangat membantu. Sekali lagi terima kasih. :) Senin lalu, saya ke Rumah sakit (Rumah Sakit Perusahaan dan satu-satunya rumah sakit yang ada di daerah yang saya tempati sekarang). Sudah antri sejam, tapi ternyata no.antrian untuk Dokter Penyakit Dalam sudah habis, padahal no.antrian saya masih ada 10 no.lagi. Akhirnya saya memutuskan untuk mengembalikan no.antrian saya dan ke Puskesmas saja, karena antrian di RS lebih lama daripada di Puskesmas dan tentu saja lebih murah. Dokter di Puskesmas mendiagnosa saya kena Maag. Beliau menyarankan saya untuk makan tiap dua jam dan tidak makan makanan yang dapat memperparah sakit Maag, lalu memberi saya resep obat. Obatnya tersebut alhamdulillah membuat perut saya terasa lebih nyaman. Namun bila saya terlambat sedikit untuk makan, sakitnya akan kambuh lagi. Dan pagi tadi, saya makan sambal botol sedikit, soalnya, sudah berhari-hari makan makanan yang direbus/kukus tanpa minyak dan bumbu membuat selera makan saya semakin turun, padahal saya harus tetap makan agar lambung saya tidak sakit. Tapi ternyata hal itu malah membuat perut saya sakit lagi seperti sebelumnya dan akhirnya saya minta izin pulang dari kantor. Obat saya yang dari Puskesmas sudah habis saat makan siang tadi. Hari ini saya berencana tidak akan minum obat untuk melihat reaksi perut saya. Tapi karena sakit lagi, saya akan pergi periksa ke dokter umum praktek agar diberi obat lagi. Saat saya di RS, saya sering mendengar keluhan pasien yang mengatakan bahwa dokter Penyakit Dalamnya sering salah diagnosa, sehingga pasien di sini lebih memilih untuk ke Makassar saja. Masalahnya, periksa ke Makassar butuh biaya lebih mahal (saya pelit ya, dok? Padahal sehat itu memang mahal). Pertanyaan saya: 1. Berapa lama sebaiknya saya mengkonsumsi obat-obatan? 2. Apakah dokter mempunyai resep obat tradisional? 3. Bolehkah saya makan biskuit atau sejenisnya? 4. Haruskah saya memeriksakan diri ke dokter ahli Penyakit Dalam? 5. Apakah pemeriksaan tersebut bisa menggunakan Kartu BPJS? Mohon bantuannya dan sekali lagi terima kasih banyak.

    Halo, Obat-obatan dapat dikonsumsi sesuai dengan keperluan dan kondisi, namun harap diperhatikan untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut sebaiknya berada dibawah pengawasan dokter. Untuk mengurangi gejala nyeri atau perih pada perut, diantara jam makan dapat mengonsumsi kudapan, misalnya biskuit, untuk menjaga agar lambung tidak kosong. Pada kondisi dimana setelah melalui pemeriksaan dan terapi yang berulang-ulang namun tidak ada perbaikan dan keluhan masih sama, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis. Selain pemeriksaan penunjang seperti misalnya endoskopi, dokter ahli penyakit dalam lebih berkompeten dalam menangani masalah Anda. Apabila dokter ahli penyakit dalam menentukan kondisi Anda sesuai dengan indikasi dilakukan pemeriksaan penunjang, maka pada umumnya tercover oleh asuransi. Akan tetapi, sebaiknya Anda menghubungi pihak rumah sakit terkait untuk lebih mendapatkan informasi yang jelas dalam masalah administrasi.   Semoga membantu. dr. Agatha

    Sitti Taslimah  Sitti Taslimah
    Anggota

    Terima kasih banyak atas jawaban dokter yang sangat membantu. Sampai saat ini sakitnya masih sering kambuh, dokter di puskesmas bilang, Ranitidine-nya diminum saat sakit saja. Saya kembali akan merepotkan dokter dengan beberapa pertanyaan: 1. Apa benar dengan kondisi saya seperti sekarang, saya tidak boleh capek atau harus istirahat total? 2. Apakah saya boleh menumis bumbu menggunakan margarin? Soalnya, makan makanan yang direbus dan dikukus, membuat selera makan saya hilang. Padahal harus sering-sering makan. 3. Apa benar saya harus tidur telentang dan tidak boleh menekuk lutut saya? Terima kasih banyak atas perhatian dokter. Salam sehat dan sukses selalu. :)

    Sitti Taslimah  Sitti Taslimah
    Anggota

    Selamat siang, dokter.... Kemarin dan hari ini saya sudah ke Rumah Sakit lagi. Awalnya bertemu dokter umum, lalu dirujuk ke dokter Internist. Dokter internist meminta saya untuk cek darah dan urin lagi,  juga foto X-Ray. Hasil tes darah dan urin, normal. Namun hormon tiroid saya menurun. Tapi kata dokter tidak perlu diobati karena tidak mempengaruhi cairan otak. Lalu hasil Rontgen juga normal. Kata dokter, untuk mengontrol hormon tiroid tersebut, saya harus periksa lagi 3 bulan kemudian. Lalu dokter memberi saya resep obat omeprazole untuk maag dan celebrex yang diminum saat perut terasa sangat sakit. Nah, pertanyaan saya. Masih adakah prosedur tes atau diagnosa yang bisa saya jalani? Soalnya saya masih penasaran dengan sakit saya ini. Kalau hanya maag atau gastritis, mengapa sakitnya kebanyakan di perut bagian bawah (pusar dan perut kanan)? Terima kasih banyak sebelumnya atas perhatian dan jawaban, dokter. Salam sukses dan sehat selalu. :)

    Halo, Asam lambung dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor makanan, stress dan gaya hidup. Bukan berarti harus istirahat total, hanya saja menghindari faktor pemicu timbulnya penyakit asam lambung. Pada dasarnya margarin mengandung lemak yang tinggi, yang memicu produksi asam lambung. Sebaiknya digunakan dalam batas wajar dan dibatasi ya. Posisi tidur yang baik bagi penderita asam lambung adalah dengan menggunakan bantal, atau posisi kepala lebih tinggi daripada perut. Hal ini untuk menjaga agar asam lambung tidak kembali naik ke kerongkongan. Posisi tidur lainnya sebenarnya tidak ada masalah, hanya saja harus dikondisikan lambung berada lebih rendah daripada kerongkongan. Keluhan Anda, dapat mengarah pada gangguan lambung atau gangguan pada usus besar. Apabila diperlukan, dokter dapat melakukan pemeriksaan endoskopi untuk mengetahui apakah ada gangguan pada usus besar. Akan tetapi pemeriksaan ini bersifat invasif dan tidak nyaman. Kemungkinan dokter Anda telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan penyebab, serta dari semua hasil pemeriksaan, menimbang serta memutuskan untuk melakukan pengobatan yang sedang Anda jalani. Saran saya, sebaiknya Anda menunggu sampai pengobatan selesai, dan apabila tidak ada perbaikan atau keluhan semakin memberat, Anda dapat kembali memeriksakan diri kembali. Semoga membantu dan semoga lekas sembuh. dr. Agatha

    Sitti Taslimah  Sitti Taslimah
    Anggota

    Terima kasih banyak, dokter Agatha. Pagi 20 Juni lalu, saya merasakan sakit lagi yang luar biasa. Saya beranggapan, mungkin karena habis makan ayam beberapa jam sebelumnya. Sakitnya semakin berat memasuki hari Senin. Setiap 3-5 menit, perut saya kontraksi di sekitar pusar dan menegang di sebelah kanan. Setelah sakitnya mereda, perut saya lalu berbunyi-bunyi. Saat serangan datang, saya merinding dan badan meriang. Karena kondisi tersebut, teman-teman saya menyarankan agar saya pulang kampung saja untuk berobat. Selain dekat dengan keluarga, saya juga bisa menggunakan BPJS saya. Saya akhirnya pulang. Jumat, 26 Juni saya ke Puskesmas. Setelah mendengarkan keluhan dan proses pemiriksaan saya sebelumnya, dokter lalu mengatakan kemungkinan kena Displasia. Lalu saya diberi antibiotik, obat maag, dan anti nyeri. Setelah mengonsumsi obat, keluhan saya sedikit berkurang. Saat obat saya habis, saya kembali ke Puskesmas. Dokter memberikan diagnosa baru, Kolitis. Namun, kata dokter, dia tidak punya wewenang untuk memberikan rujukan foto kolon. Harus ke dokter penyakit dalam dulu. Oleh orang tua saya, saya diminta untuk menunggu habis lebaran, sambil melihat reaksi obat yang diberikan oleh dokter. Menurut dokter, kolitis saya termasuk ringan, sedang atau berat? Terima kasih banyak atas perhatian dan jawaban dokter. Salam sukses dan sehat selalu.

    Hallo dok. Sy mau mnta pndapat dokter. Sy trkena Maagh smenjak sy SMp dan skrg sudah msuk umur 22. Gini dok sudah 2 mnggu ni maagh sy sring. Sy bwak brobabt ke dokter umum sll mmbri sy injeksi ranitid dan mmng mmbuat perut sy lbh nyaman dan dr.umum mmbrikan sy impepsa ... tttp dok stelah 3 hari maagh sy kambuh . Sy coba utk srapan nasi jam 8 agar maagh sy tdak kambuh .stelah 2 jam sy srapan sy mrasakan mual dok .perih lg. Sy bwak mkan ttpi tetap perih dok. Jadi dok maagj sy ni di kategorikan apa & apakah perlu sy mmbawanya ke dr.penyakit dalam?

    saya sering nyeri di tengah tengah perut dan rusuk dan saya sering merasa letih dan ngantuk dan kurang bersemangat saat beraktifitas apa ada yang salah sengan organ dalam saya terkadang saya mengalami susah bersendawa sampai kadang ingin muntah dan mual dan mulut saya serasa asam dan pahit saya hanya takut itu gejala liver atau lambung ? tolong balasannya terima kasih