Tanya Dokter

  • Pengobatan penyakit maag tak kunjung membaik

  •  yogi young
    Anggota
    Pak dokter saya mau bertanya ? Dok saya punya sakit maag Tapi udh hampir sminggu belum membaik . Kadang suka ngelilit dok sakit'nya di sebelah perut kiri?minta to long dok saya harus minum obat APA???

    Halo Yogi, 

    Pemberian obat dan dosisnya tidak bisa diberitahukan pada konsultasi di forum Tanya Dokter ini karena pemberian obat harus didasari dengan diagnosis berdasarkan hasil dari tanya jawab (anamnesis), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Bisa saja nyeri perut yang Anda rasakan bukan disebabkan oleh sakit maag, karena pada perut banyak terdapat organ selain lambung seperti usus, hati, pankreas, limpa, ginjal dan lain sebagainya. 

    Maag atau dispepsia adalah sekumpulan gejala dengan rasa tidak nyaman di perut berupa nyeri, rasa terbakar pada ulu hati, mual, muntah, kembung dan tidak nafsu makan. Dispepsia dibagi menjadi dua, fungsional dan organik. Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan organ. Sedangkan dispepsia organik disebabkan kelainan organ misalnya tukak/luka pada lambung atau usus dua belas jari, GERD, gastritis, gangguan hati dan empedu, kanker dan lain sebagainya. 

    Saat ini langkah paling tepat adalah memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Dokter akan melakukan tanya jawab lengkap, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan serta jika perlu merujuk Anda ke dokter spesialis. 

    Jika Anda memang menderita maag, selain obat-obatan yang diberikan dokter Anda juga bisa memperbaiki kebiasaan untuk mengurangi gejala dengan cara: 

    • Makan teratur sesuai jadwal
    • Hindari makan dengan porsi besar sekaligus, makanlah sedikit-sedikit tetapi frekuensinya ditambah
    • Tidak langsung berbaring setelah makan
    • Makan perlahan tidak tergesa-gesa dan kunyah dengan baik
    • Cukupi kebutuhan cairan dan serat
    • Istirahat dan kendalikan stress

     

    Informasi lebih lanjut baca: Sakit Maag

    Semoga bermanfaat ya, 

    dr. Mega