Tanya Dokter

  • Bercak berwarna merah pada tinja

  •  jokom
    Anggota
    selamat siang dok ,saya umur 22 thn , 4 hari yg lalu saya bab mengeluarkan darah tetapi setelah tinja keluar lalu di susul darah, aku berobat dan 1 hari hilang ,setelah itu 2 harinya saya bab lagi dan normal terkeluarnya gk keras, feses berwarna kuning tapi ada darah segar yg nempel gk keseluruhan di kotoranku, aku rutin minum obatnya setelah itu hari ini saya bab normal gk keras ,tetapi sya mengecek feses saya sendiri untuk menjamin kesembuhannya tetapi saya melihat ada bercak bercak merah tapi gk merah sekali ,merah ke mudaan , apakah itu ada kaitannya dengan masalah usus besar saya dok?, karena saya hobi makan yg pedas" ,dan dokter tempat aku berobat bilang lecet pada anus ,karena sebelumnya saya bab keras dan merasakan gesekan itu di anus , dan apakah dari hobi mkanan saya mempengaruhi juga? dan apakah bercak" itu dpt hilang dan normal lagi? mohon pencerahannya dok saya takut terjadi masalah serius

    Hallo Jokom, terima kasih telah bertanya di Alodokter :')

    Adanya perdarahan yang timbul setelah keluarnya tinja saat BAB dapat merupakan salah satu gejala dari wasir atau hemoroid. Wasir atau hemoroid adalah pembengakakan pembuluh darah yang terjadi pada pembuluh darah anus. Penyebab terjadinya hemoroid hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun hemoroid yang terjadi biasanya dihubungkan dengan peningkatan tekanan yang terjadi didaerah anus dan rektum. Gejala wasir yang biasanya yang sering terjadi adalah:

    • Pendarahan setelah buang air besar. Warna darah berwarna merah terang.
    • Terdapat lendir setelah buang air besar.
    • Benjolan tergantung di luar anus. Benjolan ini biasanya harus didorong kembali ke dalam setelah buang air besar.
    • Pembengkakan, rasa nyeri, dan kemerahan di sekitar anus.
    • Mengalami gatal-gatal di sekitar anus.

    Berdasarkan tingkat keparahannya hemoroid atau wasir terbagi menjadi 4 tingkatan yaitu :

    • Tingkat I : pembengkakan kecil yang muncul di dalam dinding anus dan tidak terlihat di luar anus. Biasanya sudah dapat ditemukan adanya perdarahan setelah BAB atau saat BAB yang ikut dikeluarkan melalui tinja .
    • Tingkat II : pembengkakan lebih besar yang keluar dari anus saat Anda buang air besar dan masuk kembali dengan sendiri saat sudah selesai buang air.
    • Tingkat III : satu atau lebih benjolan kecil yang menggantung dari anus dan bisa didorong untuk masuk kembali.
    • Tingkat IV : benjolan besar yang menggantung dari anus dan tidak bisa didorong kembali.

    Beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadiny hemoroid adalah :

    • Memiliki riwayat sembelit atau konstipasi
    • Sering mengangkat benda berat secara rutin.
    • Usia semakin tua, yang membuat penopang jaringan tubuh menjadi semakin lemah.
    • Batuk terus menerus atau sering muntah.
    • Kelebihan berat badan.
    • Memiliki riwayat kesehatan keluarga yang sakit hemoroid.
    • Sering duduk dalam waktu lama.
    • Sedang hamil.
    • Sering melakukan hubungan seks melalui anus (anal intercourse).

    Masih adanya darah yang menempel pada sebagian tinja anda, menunjukkan bahwa masih terjadinya perdarahan namun tidak sebanyak saat kondisi awal yang anda alami.

    Selain hemoroid atau wasir, terjadinya perdarahan saat BAB dapat pula terjadi pada kondisi :

    • Iritasi anus
    • Perdarahan saluran cerna bagian bawah (usus besar, rektum atau anus)

    Memang benar adanya makanan yang dikonsumsi dapat berpengaruh besar terhadap timbulnya gangguan pada saluran pencernaan. Konsumsi makanan pedas  yang berlebih dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada saluran pencernaan yang jika iritasi berlangsung parah dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran pencernaan yang pada akhirnya akan terlihat pada tinja yang dikeluarkan saat maupun setelah BAB.

    Perdarahan dan bercak perdarahan pada tinja tersebut tentunya dapat menghilang dan kembali normal, selama proses perdarahan didalam saluran cerna sudah dapat teratasi. Jika memang anda masih terus merasa khawatir atau keluhan anda terus timbul dan tidak kunjung mengalami perbaikan, sebaiknya periksakan kembali kondisi kesehatan anda ini ke dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis bedah agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung maupun pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan tinja (feses), pemeriksaan darah, USG perut atau bahkan anuskopi atau kolonoskopi.

    Semoga bermanfaat :')

    - dr. Lia N. Amalina