Tanya Dokter

  • Ingin BAB tapi susah keluar

  • Lgsg aja doc ya, 3 hari ini saya susah BAB setiap ingin BAB yang keluar setetes sampek 5 tetes nanah doc, mohon solusinya doc trimakasih.

    Dear Murtadho, Frekuensi BAB yang tidak normal adalah lebih dari 3 kali sehari (diare) atau lebih dari 3 hari sekali (konstipasi). Konstipasi adalah kesulitan untuk buang air besar atau tidak bisa BAB sama sekali. Tinja yang dihasilkan pun keras dan sering menimbulkan rasa sakit ketika BAB. Berikut beberapa penyebab konstipasi:

    • pola makan yang tidak sehat termasuk kurang serat atau sayuran dan kurang minum
    • kurang aktif dan berolahraga
    • mempunyai kebiasaan menunda keinginan buang air besar
    • sumbatan usus
    • gangguan saraf di usus
    • efek samping obat-obatan tertentu
    • cemas atau depresi
    • dsb.
    Sedangkan untuk keluhan keluarnya "nanah" atau mungkin yang Anda masuk adalah lendir pada tinja dapat disebabkan oleh:
    • disentri
    • gasteroenteritits
    • keracunan makanan
    • penyakit Crohn
    • kolitis ulseratif
    • sumbatan usus
    • luka di usus besar
    • fissura ani
    • fistula ani
    • kanker usus
    • dsb.
    Adanya lendir dalam tinja bisa disertai darah dan keluhan nyeri perut. Sebaiknya konsultasikan gejala yang Anda alami pada dokter dimana dokter akan menanyakan lebih detail tentang keluhan yang Anda alami dan akan melakukan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan perut. Pemeriksaan penunjang seperti tes tinja, tes darah, dan USG mungkin akan dianjurkan oleh dokter untuk membantu menegakkan diagnosis. Berikut tips yang dapat Anda lakukan:
    • makan makanan yang bergizi seimbang
    • perbanyak minum air putih agar tinja lebih mudah keluar
    • perbanyak makan sayuran dan buah-buahan
    • hentikan kebiasaan menunda BAB
    • olahraga teratur seperti jalan kaki atau jogging
    • istirahat dan tidur yang cukup
    • kelola stes dengan baik
    Berikut laman dan diskusi yang dapat Anda baca: Konstipasi BAB berlendir Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih dan salam, dr. Rony Wijaya