Tanya Dokter

  • Keputihan seperti keju, gatal dan perih pada vagina

  •  Nia
    Anggota
    Halo dok, saya mau tanya tentang keluhan teman saya, 2 bulan ini misV nya selalu terasa gatal setiap sebelum haid, ada keputihan yg bertekstur seperti keju, gatal, dan perih di bagian atas misV bukan dilubangnya, tetapi dirasarasa di bagian lubang ada keputihan yg menepel, kirakira kenapa ya dok? Infeksi jamur kah atau apa? Dan harus bagaimana?

    Halo, terima kasih sudah bertanya ke Alodokter

    Keputihan bertekstur seperti keju, terasa gatal dan perih yang teman Anda alami dapat disebabkan oleh kandidiasis vagina, yang ditandai dengan keputihan berwarna putih susu dan mengumpal seperti keju, dan gatal. Kandidiasi vagina disebabkan oleh jamur Candida dan dalam jumlah yang sedikit tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi jika jamur tersebut berada dalam jumlah yang banyak, maka dapat menimbulkan keluhan seperti yang teman Anda alami. Namun, beberapa kemungkinan lain juga dapat menyebabkan gejala yang Anda alami, seperti:

    • Bakterial vaginosis, keputihan yang berwarna putih, abu-abu, berbau amis, namun tidak gatal
    • Trikomoniasis, keputihan yang berwarna kekuningan dan kehijauan, kental, encer dan berbusa, berbau amis serta gatal
    • Herpes genital, keputihan disebabkan oleh penyakit herpes
    • Gonore, keputihan berwarna kuning, putih atau hijau encer
    • Kanker serviks, keputihan bercampur darah

     

    Teman Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke Dokter, untuk mengetahui penyebab dari keputihan yang di alami dan dapat dilakukan penanganan yang sesuai, karena setiap keputihan memiliki penanganan yang berbeda-beda. Dokter akan melakukan wawancara mengenai keputihan Anda secara mendetail mengenai warna, bau, jumlah dan lain-lain, serta mungkin akan dilakukan pengambilan cairan keputihan dan Pap smear jika diperlukan. 

    Hal yang dapat teman Anda lakukan dirumah untuk saat ini antara lain:

    • Membersihkan organ kewanitaan dengan cara dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke vagina terutama setelah berhubungan seksual dan setelah berkemih
    • Hindari menggaruk daerah yang gatal
    • Memersihkan organ kewanitaan dengan air hangat
    • Jangan memakai celana yang terlalu ketat
    • Rutin mengganti celana dalam jika terasa lembab
    • Mencukupi kebutuhan gizi dan cairan sehari-hari
    • Beristirahat yang cukup

     

    Baca juga artikel mengenaai Tanda Keputihan yang Berbahaya

    Semoga bermanfaat.

    Salam,

    Dr. Christian Haryanto