Tanya Dokter

  • Terangsang saat dipijat

  •  Diki Fernando
    Anggota

    dok...apakah wajar bisa terangsang sama ibu kandung sendiri?...

    jadi waktu itu saya lgi di pijat karna gak enak badan...terus pas di pijat bagian paha..saya jadi terangsang dan penis saya tegang

    Halo Diki Fernando, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Seseorang bisa terangsang secara seksual karena berbagai jenis stimulasi seksual. Berikut ini adalah berbagai jenis stimulasi seksual yang normal:

    1. Stimulasi fisik yang terdiri dari stimulasi di organ genital dan stimulasi di tempat lain non genital. Contoh stimulasi di organ genital adalah saat penis seorang laki-laki disentuh atau saat klitoris seorang wanita disentuh. Contoh stimulasi non genital antara lain sentuhan di leher, telinga, payudara, pantat, paha, dan lain-lain.
    2. Stimulasi dari indera lain yaitu stimulasi visual, auditorik, ataupun olfaktorik. Contohnya adalah saat seseorang melihat film porno, mendengarkan suara-suara sensual, atau mencium bau-bauan tertentu.
    3. Stimulasi mental yaitu stimulasi yang berasal dari fantasi seksual dan mimpi, yang dapat terjadi misalnya ketika seseorang membayangkan adegan hubungan seksual, atau bermimpi sesuatu yang berkaitan dengan seksualitas.

     

    Yang anda alami bisa jadi merupakan hal yang normal. Seseorang bisa terangsang secara tidak sengaja hanya karena sentuhan misalnya pada paha, pada leher, atau pada telinga. Hal ini menjadi tidak normal apabila anda terangsang hanya bila ibu kandung anda yang menyentuh anda, anda sering membayangkan memiliki hubungan yang lebih jauh dengan ibu kandung anda, atau anda sering terangsang hanya dengan membayangkan ibu kandung anda.

    Bila yang terjadi adalah hal yang kedua tersebut, sebaiknya anda berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapat evaluasi lebih lanjut mengenai penyebab terjadinya hal tersebut serta mendapat psikoterapi yang sesuai untuk mengatasi kondisi tersebut.

     

    Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

     

    dr. irna cecilia